Presiden Beri Perhatian Penuh Terhadap Pengembangan Wisata Labuan Bajo

Presiden Beri Perhatian Penuh Terhadap Pengembangan Wisata Labuan Bajo
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) memimpin rapat terbatas tentang pengembangan destinasi pariwisata Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT, Senin (20/1/2020). ( Foto: FOTO ANTARA / Desca Lidya )
Carlos KY Paath / JAS Senin, 20 Januari 2020 | 15:51 WIB

Manggarai Barat, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo menaruh perhatian penuh terhadap pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan Presiden ke Labuan Bajo dalam rangka melihat secara langsung pengembangan salah satu destinasi wisata prioritas tersebut.

Saat rapat koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait, termasuk dengan provinsi dan dengan kabupaten, Presiden menekankan berbagai aspek dalam pengembangan Labuan Bajo. Tujuannya, semata-mata untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan telah benar-benar siap sebelum dipromosikan.

“Ini sebuah pekerjaan yang besar yang harus kita selesaikan akhir tahun ini yaitu memperbaiki produk yang ada di sini. Infrastruktur, landskap, sampah, air baku yang juga kurang, semuanya ini kita siapkan dan kita harapkan akhir tahun ini selesai, sehingga 2021 itu langsung Kementerian Pariwisata bisa promosi besar-besaran,” kata Presiden di Hotel Plataran Komodo Labuan Bajo, Senin (20/1/2020).

Presiden menyatakan, Indonesia menyiapkan untuk sejumlah agenda internasional. Pada 2023 Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN sekaligus Ketua G20. “Kita ingin mempersiapkan Labuan Bajo ini untuk G20 di 2023 dan ASEAN Summit di 2023. Sehingga dalam rangka persiapan ke sana pun ini mulai direncanakan, disiapkan mulai dari sekarang,” ucap Presiden.

Penanganan Sampah

Mengenai persoalan sampah, Presiden mengatakan, penanganan akan dilakukan baik untuk sampah di laut maupun di darat. “Tadi sudah diputuskan kita akan kirim di sini kapal untuk membersihkan dan mulai Februari nanti kita juga akan bergerak ke bawah laut untuk mengambil sampah. Meskipun belum banyak, tetapi harus dimulai. Jangan sampai ada sampah di Labuan Bajo,” tegas Presiden.

Sementara sampah yang di darat, nanti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) menyiapkan mempersiapkan incinerator dan juga tempat pembuangan sampah akhir. “(Hal) yang paling penting juga pendidikan masyarakat mengenai budaya sampah,” kata Presiden.

Menyangkut keluhan soal ketersediaan air baku, Presiden menyebut pihak Pupera sudah menambah 100 mililiter/detik. Pupera juga tengah menyiapkan tambahan yang lebih besar lagi.

Soal kelestarian lingkungan di kawasan Labuan Bajo, Presiden telah memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar untuk membuat nursery yang bisa memproduksi 5-7 juta pohon setiap tahun.

“Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin. Sudah detail sekali tadi, saya kira pembicaraan kita sudah teknis dan sangat detail sehingga semuanya yang kira-kira kita ragu semuanya sudah kita tutup,” tutur Presiden.

Labuan Bajo sendiri memang dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan kelas superpremium yang memiliki diferensiasi dari tempat-tempat wisata lain. Presiden berharap, wisatawan yang datang ke Labuan Bajo bisa berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.

“Kita harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya lebih lama, kita harapkan itu. Artinya bukan jumlah turisnya, tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu,” demikian Presiden.



Sumber: Suara Pembaruan