Presiden Minta Warga Setempat Dilibatkan dalam Pengembangan Labuan Bajo

Presiden Minta Warga Setempat Dilibatkan dalam Pengembangan Labuan Bajo
Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FMB Senin, 20 Januari 2020 | 16:24 WIB

Manggarai Barat, Beritasatu.com – Penataan kawasan wisata Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat diperlukan. Pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo yang bersegmen super premium bakal dimulai pada 2020.

“Kita memang ingin agar segmen pasar wisatawan yang hadir di sini adalah yang pengeluarannya lebih besar dari wisatawan kebanyakan. Oleh sebab itu kita perlu sekali melakukan integrasi baik yang berkaitan dengan kerapihan, kebersihan, kenyamanan, dan keamanan bagi para wisatawan,” kata Presiden Joko Widodo dalam rapat di Hotel Plataran Komodo Labuan Bajo, Senin (20/1/2020).

Hadir dalam rapat antara lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Kepala BNPP/Basarnas Bagus Puruhito, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.

Presiden menuturkan, terdapat lima zona yang harus ditata di Labuan Bajo yaitu Bukit Pramuka, Kampung Air, pelabuhan peti kemas dan dermaga penumpang, Kawasan Marina, dan zona Kampung Ujung. Kelima zona ini akan menjadi ruang publik yang tidak terputus dan generator penggerak pembangunan kawasan serta pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo.

Presiden pun menyoroti mengenai infrastruktur. Presiden berharap awal tahun ini landasan pacu dan terminal bandara segera dimulai. Lalu lintas penerbangan di bandara tersebut dapat meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah wisatawan.

Presiden juga menghendaki agar masyarakat lokal turut dilibatkan dan menjadi bagian dari pembangunan yang dilakukan. Sumber daya manusia (SDM) lokal sepatutnya ditingkatkan keahlian dan kompetensinya, serta disesuaikan dengan kebutuhan industri pariwisata yang ingin dikerjakan.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat pun diharapkan tidak ditinggalkan. “Kita harapkan nantinya tenun, kopi, kerajinan, makanan khas betul-betul bisa tumbuh dan seiring dengan itu juga atraksi budaya lokal, kesenian daerah juga harus semakin hidup dan menghidupkan area yang ada di Labuan Bajo,” ujar Presiden.

Kepada gubernur NTT dan bupati Manggarai Barat, Presiden menggarisbawahi soal masih banyaknya tanah sengketa di Labuan Bajo. Presiden meminta hal itu diperhatikan, mengingat banyaknya investor yang ingin menanamkan modalnya. “Jadi betul-betul diselaraskan antara hukum adat yang ada dengan hukum positif yang kita miliki,” kata Presiden.

Presiden juga menyebut, “Kemudian yang berkaitan dengan kapal besar yang masuk ke Labuan Bajo, ini saya minta semuanya teregistrasi. Jangan sampai di sini hanya menikmati dan membuang sampahnya tetapi masyarakat di sini tidak mendapatkan sebuah kemanfaatan dari datangnya kapal-kapal besar yang masuk.”

Di sisi lain, Presiden mengaku kerap mendengar banyak keluhan terkait sampah di dalam laut. Presiden mengusulkan agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melakukan suatu gerakan pembersihan sampah. “Meskipun belum banyak tapi harus dimulai kita bersihkan sebelum menjadi banyak,” ucap Presiden.

Demikian pula sampah di darat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta dan LHK juga membangun infrastruktur untuk pembuangan sampah. Presiden juga meminta Menteri Pupera Basuki Hadimuljono menyiapkan tambahan air baku.

Berkaitan dengan keamanan para wisatawan, Presiden berharap jajarannya menyiapkan suatu organisasi yang terdiri atas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) dan BNPB untuk menjamin keamanan wisatawan.

“Paling tidak kalau mereka melihat di sini ada SAR, ada BNPB rasa aman dan nyaman akan muncul karena memang bisa kita lihat kesiapan kita dalam mengatasi hal-hal seperti itu,” ungkap Presiden.

Sementara menyangkut promosi, Presiden menargetkan apabila semua aspek sudah selesai, rapi, dan tertata pada akhir tahun 2020, maka promosi secara besar-besaran harus segera dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Termasuk digelarnya event-event internasional yang menarik para wisatawan agar datang ke Labuan Bajo,” kata Presiden. 



Sumber: Suara Pembaruan