Matakin Akan Selenggarakan Puncak Perayaan Imlek Nasional

Matakin Akan Selenggarakan Puncak Perayaan Imlek Nasional
Ketua Umum Matakin, XS Budi S Tanuwibowo (tengah), didampingi Ketua Panitia Imlek Nasional 2571, Kongzili JS Kuh Sambih, dan Ketua Bidang Pendidikan Tinggi Matakin, JS Gunady Prabuki, memberikan keterangan pers Perayaan Tahun Baru Imlek, di Jakarta, Senin (20/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
/ FER Senin, 20 Januari 2020 | 22:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) akan menyelenggarakan puncak perayaan Imlek 2571 pada Minggu (2/2/2020) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC).

Ketua Umum Matakin, XS Budi S Tanuwibowo, mengatakan, perayaan Imlek kali ini mengangkat tema Wibawa Kebajikan Menumbuhkan Takut Hormat dan Gemilang Kebajikan Menumbuhkan Kecerahan.

"Tahun Baru Imlek memiliki multimakna, selain awal tahun baru atau hari pertama, bulan pertama dalam kalender Imlek, kemudian karena dihitung berdasarkan orbit bulan mengelilingi bumi diselaraskan orbit bumi mengelilingi matahari sehingga kerap juga dipakai sebagai pedoman waktu bercocok tanam," ujar XS Budi S Tanuwibowo di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Peringatan Imlek di JCC ini rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri.

Budi yang didampingi Ketua Panitia Imlek Nasional 2571 Kongzili JS Kuh Sambih dan Ketua Bidang Pendidikan Tinggi Matakin JS Gunady Prabuki mengatakan, Imlek juga dapat bermakna agamis, yakni memperingati Huang Di sebagai salah satu nabi besar dalam agama Khonghucu.

Menurut Budi, Tahun Baru Imlek adalah salah satu Hari Raya Keagamaan Khonghucu digunakan pertama kali oleh Dinasti Xia yang didirikan oleh Xia Yu yang juga merupakan salah satu nabi besar dalam agama Khonghucu.

"Namun karena sejarah orang Tionghoa sejak awal banyak dipengaruhi ajaran Khonghucu dan berimpitan sejarahnya dalam kurun waktu yang sangat lama, maka meskipun banyak yang sudah beralih agama, mereka masih tetap menjalankan dan merayakan Imlek sebagai tradisi atau kebiasaan turun-menurun," tandas Budi.

 



Sumber: ANTARA