Billy Mambrasar Menginspirasi Komunitas Earth Hour di Yogyakarta

Billy Mambrasar Menginspirasi Komunitas Earth Hour di Yogyakarta
Duta SDGs Indonesia yang juga Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar pada acara "Kumpul Bareng Komunitas Earth Hour Se-Indonesia" di The Cangkringan, Kaliurang, Yogyakarta, Senin, 20 Januari 2020. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 20 Januari 2020 | 23:23 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Duta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia 2019-2021, yang juga Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar menyayangkan rendahnya pencapaian angka SDGs Indonesia pada 2019. Dia berharap agar anak-anak muda Indonesia dapat lebih melibatkan diri untuk mendukung pemerintah meningkatkan angka pencapaian target SDGs.

Hal itu disampaikan Billy saat menjadi pembicara utama di acara Word Wildlife Fund (WWF) Indonesia di Yogyakarta. Acara ini bertajuk “Kumpul Bareng Komunitas Earth Hour Se-Indonesia” itu merupakan acara tahunan bagi komunitas muda dan relawan yang digelar pada 16-20 Januari 2020.

Acara digelar di The Cangkringan, Kaliurang, Yogyakarta, dan dihadiri oleh 63 pahlawan lingkungan muda dari seluruh Indonesia. Mereka telah berjuang menjaga kelestarian lingkungan Nusantara.

Kegiatan Kumpul Belajar Bareng (Kumbang) WWF Indonesia tahun ini meruapakn kegiatan yang ke-8 dengan menghadirkan peserta dari 35 kota di Indonesia. Kumbang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan wawasan komunitas muda tentang isu lingkungan.

“Dari 158 negara di dunia, Indonesia masih menempati peringkat 102, jauh di bawah negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Dari 17 Indikator, kita hanya mengalami peningkatan di tiga indikator dan terjadi penurunan drastis di tujuan 15, yaitu perlindungan kehidupan di darat dan laut,” ujar Billy.

SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan berisi 17 indikator yang menjadi acuan negara-negara anggota PBB. Billy bersama-sama dengan Vania Herlambang (Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2018) dan Alyssa Wahid (Pahlawan Keberagaman Indonesia) didapuk menjadi duta SDGs oleh Bappenas sejak Oktober 2019.

Tugas mereka adalah menginspirasi dan mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung Indonesia dalam mencapai target-target indikator tersebut. Dengan demikian, Indonesia dapat memperoleh reputasi yang baik di internasional.

Sementara, Komunitas Earth Hour merupakan kumpulan anak-anak muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang secara regular dan serempak mematikan lampu serta menghentikan penggunaan listrik selama beberapa jam setiap tahun. Dampaknya adalah pengurangan emisi karbon yang membantu pelestarian lingkungan dalam jangka panjang. Komunitas ini telah meinginspirasi lahirnya pahlawan-pahlawan lingkungan muda di seluruh dunia.

“Tugas kita semua, sebagai anak muda Indonesia, untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan angka indikator tersebut. Kita harus meningkatkan pendidikan lingkungan hidup juga agar generasi muda Indonesia ke depan lebih mawas dan ikut berkontribusi dalam peningkatan angka target indikator tersebut,” ujar Billy.

Pada akhir sesi presentasinya, Billy mengajak para peserta untuk memberikan masukan terkait penciptaan sebuah website dan aplikasi yang dapat mengukur angka kontribusi seseorang atau perusahaan dan lembaga swasta lain. Ini untuk membantu Indonesia mencapai peningkatan indikator SDGs.

Dengan adanya platform ini, Billy berharap dapat menjadi acuan pemerintah dalam memberikan insentif yang memadai bagi pihak-pihak yang telah ikut berkontribusi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan ini.



Sumber: Suara Pembaruan