Kementerian Agraria Blokir Aset Tanah Tersangka Kasus Jiwasraya

Kementerian Agraria Blokir Aset Tanah Tersangka Kasus Jiwasraya
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah unit kendaraan mewah milik tersangka Jiwasraya, Kamis (16/1/2020). Barang mewah tersebut sudah terparkir dan terlingkar garis sita berlabel Kejaksaan Agung. ( Foto: Beritasatu TV )
Yeremia Sukoyo / WBP Selasa, 21 Januari 2020 | 14:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengaku telah menerima permintaan pemblokiran aset tanah dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan korupsi asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Terkait Jiwasraya sudah ada permintaan dari kejaksaan. Sesuai permintaan data aset, surat sudah masuk dan hari ini kita tandatangani," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Himawan Arief Sugoto ketika dijumpai sesaat setelah konferensi pers Rakernas ATR/BPN, di Jakarta, Selasa (21/1/2019).

Dijelaskan Himawan, pihaknya langsung merespons permintaan Kejagung tersebut. Semua dilakukan untuk mempermudah proses hukum pihak-pihak terkait kasus Jiwasraya. "Tentunya untuk bisa mempercepat proses hukum. Mekanisme blokir (tanah) untuk mengamankan," ucap Himawan Arief Sugoto.

Sebelumnya, penyidik Kejagung melakukan serangkaian penggeledahan ke sejumlah titik. Penyidik menggeledah kediaman dua tersangka yakni eks Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim dan eks Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya, Hary Prasetyo.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita lima mobil mewah serta satu motor Harley Davidson, baik atas nama pribadi keduanya maupun perusahaan.

Kemudian, penyidik menggeledah kediaman tersangka mantan Kepala Divisi Investasi dan keuangan PT Jiwasraya (Persero) Syahmirwan. Dalam penggeledahan, penyidik sempat menyita dua unit mobil yaitu Innova Reborn dan CRV, sertifikat tanah, dan beberapa surat berharga berupa polis asuransi serta deposito.

Dalam kasus Jiwasraya sendiri Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka. Kelima tersangka itu adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan.

 



Sumber: Suara Pembaruan