Februari, Kemhub Mulai Lelang Operator Pelabuhan Patimban

Februari, Kemhub Mulai Lelang Operator Pelabuhan Patimban
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Jumat (29/11/2019). ( Foto: Investor Daily / Novy Lumanauw )
Thresa Sandra Desfika / JAS Selasa, 21 Januari 2020 | 15:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menargetkan proses lelang operator Pelabuhan Patimban (Subang, Jawa Barat) dimulai pada awal Februari 2020. Proses tersebut diperkirakan berjalan dalam kurun waktu tiga bulan atau tuntas pada Mei 2020.

"Operator Pelabuhan Patimban akan dilelang awal bulan depan. Yang berminat bisa joint (membentuk konsorsium). Kami perkirakan lelang berlangsung selama tiga bulan," ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Arif Toha di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Arif memastikan, progres pembangunan Pelabuhan Patimban berjalan dengan baik dan pelaksanaan soft launching fase 1 tahap 1 dilaksanakan pada Juni 2020 atau sesuai kesepakatan yang diambil pada akhir tahun lalu. Saat soft launching nanti progres konstruksi Pelabuhan Patimban fase 1 tahap 1 diperkirakan mencapai 80 persen. Adapun secara keseluruhan, pengerjaan fase 1 tahap 1 Pelabuhan Patimban tuntas pada November 2020.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Massasya menyampaikan, pihaknya sangat berminat untuk menjadi operator Pelabuhan Patimban. Untuk itu, Pelindo II menyiapkan anak usahanya, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) untuk ikut serta dalam lelang operator Pelabuhan Patimban.

Elvyn menjelaskan, Pelindo II mendorong IKT untuk turut serta dalam lelang operator Pelabuhan Patimban karena Pelindo II sendiri akan fokus dalam persiapan pembentukan holding BUMN kepelabuhanan.

Saat ini, menurut Elvyn, IKT sudah melakukan penjajakan dengan sejumlah perusahaan untuk bekerja sama dalam lelang operato Pelabuhan Patimban. Tetapi, sampai sekarang belum ada keputusan strategis yang diambil oleh IKT karena masih menunggu persyaratan lelang dari pemerintah.

"Kami masih belum tahu persis mekanisme lelangnya seperti apa. Apakah individu perusahaan yang masuk atau sudah menjadi konsorsium. Kalau memang kami bersyukur dan kami akn berusaha untuk menang," tegas Elvyn.



Sumber: BeritaSatu.com