Temui Para Pakar UGM, Wiranto: Wantimpres Perlu Masukan dari Akademisi

Temui Para Pakar UGM, Wiranto: Wantimpres Perlu Masukan dari Akademisi
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Wiranto bersama empat anggota Wantimpres, yaitu Muhamad Luthfi Ali Yahya, Muhamad Mardiono, Agung Laksono, dan Sidarto Danusubroto, Selasa, 21 Januari 2020, berkunjung ke Universitas Gadjah Mada untuk mendengar masukan tentang persoalan bangsa. ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / JEM Selasa, 21 Januari 2020 | 19:48 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) melakukan kunjungan kerja ke UGM, Selasa (21/01/2020). Dalam pertemuan ini, mereka menerima beragam masukan dari para pakar di UGM terkait strategi pembangunan nasional ke depan.

Ketua Wantimpres, Wiranto menyatakan, sebagai Wantimpres, tugas mereka tidak ringan, karena harus memberi pertimbangan kepada Presiden sebagai kepala negara, juga kepala pemerintahan yang punya tanggung jawab besar kepada 262 juta masyarakat Indonesia.

“Karena itu kami harus mendengarkan masukan dari semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” ucap Wiranto.

Bersama empat anggota Wantimpres, yaitu Muhamad Luthfi Ali Yahya, Muhamad Mardiono, Agung Laksono, dan Sidarto Danusubroto. Rombongan ini diterima langsung oleh Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono, didampingi jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta kepala pusat studi dan program magister.

Dalam pertemuan itu, para pakar UGM memberikan masukan di bidang ekonomi, sosial, hukum, pertanian, energi, serta keamanan dan terorisme. Wiranto menyebut bahwa pertemuan tersebut sangat produktif dan bermanfaat bagi Wantimpres dalam memberikan masukan kepada presiden.

Wiranto pun menyebut, Rektor UGM bersama jajaran pimpinan fakultas dan kepala pusat studi di UGM, memberikan 17 masukan. “Saya mencatat ada 17 masukan, dan semuanya sangat positif,” terangnya.

Wiranto menyampaikan, Wantimpres memilih UGM sebagai perguruan tinggi pertama yang dikunjungi, karena sejarah UGM sebagai kampus pertama yang dibangun setelah Indonesia merdeka.

Melalui kunjungan itu, Wiranto menyebutkan bahwa Wantimpres, terbuka untuk pemikiran dari UGM, dan ia meminta agar para pakar UGM dapat dengan bebas menyampaikan hal-hal yang bisa didiskusikan.

Wiranto pun meminta agar ada diskusi lanjutan antara para pakar UGM dengan kelompok ahli dari Wantimpres sebagai tindak lanjut dari diskusi yang telah berlangsung.

“Di sinilah gudang pengetahuan dan banyak penelitian yang muncul yang bisa menemukan hal-hal yang menghambat pembangunan. Saya meminta izin kepada Pak Rektor agar kelompok ahli dari Wantimpres akan melakukan diskusi lanjutan untuk mengelaborasi dan memperdalam apa yang kita dapatkan dari hasil diskusi hari ini,” papar Wiranto.

Pada kesempatan ini, Rektor UGM menyerahkan buku putih yang berisi pemikiran dari UGM dalam berbagai bidang strategis. Buku ini di antaranya memuat ulasan tentang gagasan Bulaksumur membangun kedaulatan pangan nusantara, mewujudkan pembangunan nasional berbasis mitigasi bencana, serta bonus demografi untuk meningkatkan daya saing bangsa.



Sumber: Suara Pembaruan