Korban Tewas Jembatan Putus di Kaur Jadi 10 Orang

Korban Tewas Jembatan Putus di Kaur Jadi 10 Orang
Ilustrasi jembatan putus (Foto: Foto Antara)
Usmin / LES Selasa, 21 Januari 2020 | 20:25 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Korban tewas yang terjatuh dari jembatan gantung Cawang Kidau di Desa Bungin Tambun, Kecamatan Padang guci Hulu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, bertambah menjadi 10 orang. Korban terbaru adalah Ipan yang akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan di Kaur, Selasa (21/1/2020) sore. Sebelumnya Minggu dan Senin (19-20/1) ditemukan 9 orang meninggal dan 20 orang lainnya selamat dalam kejadian yang terjadi Minggu (19/1/2020) itu.

Kepala BPBD Kaur Ujang Saferi yang dihubungi Selasa sore mengatakan, korban Ipan ditemukan mengapung di permukaan sungai Cawang Kidau, tidak jauh dari lokasi jembatan gantung yang putus.

"Dengan begitu, seluruh korban sudah berhasil ditemukan dan pencarian oleh tim SAR sudah dihentikan," ujarnya.

Ujang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Tim SAR Gabungan yang sudah bekerja keras membantu melakukan pencarian dan evakuasi para korban tewas akibat jembatan gantung Cawang Kidau, putus pada Minggu lalu.

Sementara Polda Bengkulu masih menyelidiki apa penyebab putusnya jembatan gantung tersebut. "Tim Reskrim Polda Bengkulu sudah ke lokasi kejadian guna mengungkapkan penyebab jembatan gantung Cawang Kidau putus," kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombel Pol Sudarno, Selasa.

Sedangkan Bupati Kaur Gusril Fauzi mengatakan, jembatan gantung Cawang Kidau akan dibangun kembali dalam waktu dekat. “Sebab jembatan tersebut banyak dilalui masyarakat untuk menuju ke sawah dan ladang, sehingga jika jembatan tidak cepat dibangun kembali bisa menghambat aktivitas masyarakat,” katanya.

Jembatan gantung itu memiliki panjang 90 meter dan lebar sekitar 2 meter, menjadi arus lalu lintas masyarakat yang hendak ke kebun sawah maupun ladang mereka. Pada saat kejadian,sekitar 30 orang naik di atas jembatan tersebut dan tiba-tiba tali jembatan putus dan puluhan warga jatuh ke sungai dan tenggelam.



Sumber: Suara Pembaruan