Simpan Sabu di Popok Bayi, 3 Bandar Narkoba Ditangkap BNN Bengkulu

Simpan Sabu di Popok Bayi, 3 Bandar Narkoba Ditangkap BNN Bengkulu
Ilustrasi sabu-sabu. ( Foto: Antara/Jojon )
Usmin / RSAT Selasa, 21 Januari 2020 | 21:15 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Bengkulu, berhasil mengamankan sebanyak 146,4 gram sabu dari 3 orang terduga bandar narkoba, yakni DR, DT dan AR.

"Tersangka ditangkap di kawasan Kelurahan Air Putih, Kabupaten Rejang Lebong dalam perjalanan dari Solok, Provinsi Sumbar menuju Kota Bengkulu, pada Senin (20/1/2020)," ujar Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Agus Riansyah di Bengkulu, Selasa (21/1/2020).

Barang bukti yang diamankan anggota BNN Bengkulu, sebanyak 146,4 gram sabu tersebut, saat ditemukan disimpan tersangka dalam kantong popok bayi.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka mengaku barang haram tersebut akan diantarkan ke seseorang di Kota Bengkulu. Namun, dalam perjalanan menuju Kota Bengkulu, mobil yang mereka tumpangi dicegat di Kelurahan Air Putih, Kota Curup, Rejang Lebong.

"Saat ini, ketiga tersangka berikut barang bukti sebanyak 146,4 gram sabu telah diamankan BNN Bengkulu, untuk kepentingan proses hukum selanjutnya," ujarnya.

Dari hasil pengembangan keterangan tiga tersangka, katanya petugas BNN Bengkulu, berhasil meringkus tersangka lain, yakni YW, warga Jalan Danau, Kota Bengkulu, sebagai pembeli barang haram tersebut.

Dalam penggeledahan di rumah tersangka YW, petugas BNN menyita sebanyak 7 paket sabu siap edar seberat 4,3 gram. Tersangka mengaku awalnya jumlah sabu yang dimiliknya sebanyak 50 pekat, tapi sudah terjual sebanyak 43 paket, sehinga sisanya hanya 7 paket lagi.

Barang haram tersebut, disinyalir dijual tersangka YW ke para pelangganya yang menetap di Kota Bengkulu. "Semua keterangan para tersangka kita kembangkan di lapangan guna mengungkap jaringan pengedar narkoba di Bengkulu," ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, tambah Agus, para terduga pelaku bandar narkoba diancam Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) lebih sub pasal 111 ayat (1) junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.



Sumber: Suara Pembaruan