Menantu Jokowi Tidak Ingin Jadi Calon Tunggal di Pilwalkot Medan

Menantu Jokowi Tidak Ingin Jadi Calon Tunggal di Pilwalkot Medan
Bobby Nasution (kedua kiri) mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Wali Kota Medan 2020 ke Kantor DPW NasDem Sumut. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold H Sianturi )
Arnold H Sianturi / JAS Rabu, 22 Januari 2020 | 16:31 WIB

Medan, Beritasatu.com - Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution, tidak ingin menjadi calon dalam kontestasi pemilihan kepala daerah di Medan. Tekadnya yang besar untuk terlibat dalam kompetisi pesta demokrasi ini juga tidak terkait sebagai menantu Presiden.

Penegasan itu disampaikan suami Kahiyang Ayu itu ketika menyerahkan formulir pendaftaran sebagai bakal calon (Balon) Wali Kota Medan untuk Pilwalkot Medan 2020 di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sumut di Jalan Mongonsidi Medan, Rabu (22/1/2020).

Kedatangan Bobby Nasution bersama rombongan disambut oleh Ketua DPW Nasdem Sumatera Utara, Iskandar ST didampingi Sekretaris DPW Nasdem Sumut Syarwani, Ketua Bappilu Salman Ginting dan Ketua DPD Nasdem Kota Medan Afif Abdillah dan lainnya.

"Saya mendaftar dan mengembalikan formulir pendaftaran untuk menghormati dan mengikuti semua mekanisme partai politik. Upaya mendaftar ini tidak ada sangkut pautnya dengan status sebagai menantu Presiden. Saya tidak berniat untuk menjadi calon tunggal," katanya.

Sebelumnya, menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution dan pamannya, Doli Sinomba Siregar yang merupakan besan Kepala Negara, menjalani fit and proper test sebagai kandidat bakal calon Wali Kota Medan dan Bupati Tapanuli Selatan di Kantor DPD Partai Golkar Sumut Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

"Ini merupakan hari ketiga uji kelayakan dan kepatutan kandidat balon kepala daerah. Doli Sinomba Siregar sudah mengikuti uji kelayakan di hari pertama. Hari ini, Bobby bersama kandidat lainnya juga hadir dalam menjalani fit and proper test," ujar Sekretaris Tim Pilkada Golkar Sumut, Sangkot Sirait.

Sangkot mengatakan, tidak ada perlakuan istimewa terhadap besan dan menantu Presiden Jokowi saat mengikuti proses fit and proper test oleh partai besutan Airlangga Hartanto tersebut. Seluruh kandidat balon wali kota maupun bupati berikut yang mendaftar diperlakukan sama saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan tersebut.

"Dalam kegiatan ini, kita ingin mendengar langsung visi dan misi dari kandidat. Setelah melalui tahapan ini, kita akan melakukan survei ke masyarakat pada bulan Februari 2020 mendatang. Nama dari tiga balon yang memiliki elektabilitas teratas akan diserahkan ke DPP Partai Golkar untuk memutuskan," kata Sangkot.

Bobby Afif Nasution, seusai menjalani uji kelayakan di DPD Golkar Sumut menyampaikan, untuk membangun Kota Medan, tidak bisa dikerjakan sendiri. Untuk memajukan kota ini memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, sehingga Kota Medan bisa menjadi kota membawa berkah.

"Banyak tadi materi yang ditanyakan. Intinya, kita sampaikan ingin berkolaborasi untuk membuat Kota Medan yang lebih berkah. Mohon dukungan dan doanya. Semoga harapan kita semua, khususnya demi kepentingan dan kesejahtraan masyarakat, segera terwujud," sebutnya. 



Sumber: Suara Pembaruan