Presiden Jokowi Bela Menhan Prabowo

Presiden Jokowi Bela Menhan Prabowo
Presiden Jokowi mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2020 di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / CAH Kamis, 23 Januari 2020 | 10:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membela Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang sering ke luar negeri. Menurut Presiden, kunjungan Prabowo ke luar negeri dalam rangka diplomasi pertahanan.

Apabila ada yang mempertanyakan, Presiden menilai pihak itu belum memahami diplomasi pertahanan. “Jadi kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, itu adalah bagian diplomasi pertahanan kita. Bukan untuk lain. Kalau masih ada yang bertanya, itu belum mengerti urusan diplomasi pertahanan,” kata Presiden.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2020 di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Menurut Presiden, ketika kunjungan, Prabowo juga melihat alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Saya tahu beliau ini ke negara-negara tertentu dalam rangka melihat alutsista yang ingin kita beli. Bagus atau tidak bagus. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semuanya dicek, dan itu sudah kita diskusikan dengan Pak Menhan. Tidak sekali dua kali. Banyak nih yang enggak tahu,” ujar Presiden.

Sekadar diketahui, sejak dilantik sebagai menhan pada Oktober 2019, Prabowo memang telah mengunjungi beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Turki, Tiongkok, Jepang, Filipina, dan terkakhir ke Prancis.

Pada kesempatan itu, Presiden menyatakan, tantangan Indonesia ke depan semakin berat. Salah satunya yaitu semakin meluasnya spektrum konflik di berbagai belahan dunia. Oleh sebab itu, lanjut Presiden, diplomasi pertahanan sepatutnya diperkuat untuk meredam ketegangan antar negara.

Presiden pun menyatakan, kekuatan bersenjata harus siap digelar untuk melakukan penegakan terukur di wilayah NKRI. Presiden menegaskan, kedaulatan Indonesia perlu terus diperkuat dan dijaga oleh aparat keamanan. “Kedaulatan itu harga mati,” tegas Presiden.

Presiden menyebut, “Kedaulatan tidak bisa dinegosiasikan, tidak ada tawar-menawar. Saya perintahkan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri, seluruh aparat harus bekerja sungguh-sungguh dalam menjaga kedaulatan negara kita, selalu berdiri paling depan dalam menjaga dan memperkokoh kedaulatan.”

Presiden menambahkan, Indonesia harus mampu mengatasi semua spektrum pertahanan. Mulai dari konflik internal, perang asimetrik gerilya dan teror, termasuk perang proxy yang menggunakan pihak ketiga.

Selain itu juga perang hybrid yang menggabungkan strategi militer non militer, strategi konvensional dan non konvensional. “Saya kira saudara-saudara sudah mengerti dan tahu mengenai ini. Jadi saya tidak usah menjelaskan secara detil,” imbuh Presiden.

Di sisi lain, Presiden mengatakan, anggaran Kemhan pada 2020 mencapai Rp127 triliun. Presiden berharap dana itu digunakan dengan hati-hati. Presiden optimistis Prabowo sangat memahami berkaitan dengan anggaran.

“Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) terbesar sejak 2016 sampai sekarang. Tahun 2020, sekitar Rp127 triliun. Hati-hati penggunaan ini. Tapi saya yakin Pak Menhan ini kalau urusan anggaran detil,” kata Presiden.

Presiden menyebut, “Berkali-kali (diskusi) dengan saya hampir hapal di luar kepala. 'Ini Pak, di sini Pak'. Aman urusan Rp127 triliun ini. Harus efisien, bersih, tak boleh ada mark up-mark up (penggelembungan anggaran) lagi dan yang paling penting mendukung industri dalam negeri kita.”

Dukungan Presiden

Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas kehormatan yang diberikan kepada komunitas pertahanan TNI dan Polri. “Kehadiran Bapak Presiden sebagai panglima tertinggi TNI membangkitkan semangat moril dan kepercayaan diri seluruh komunitas pertahanan,” kata Prabowo.

Prabowo menuturkan, tema Rapim Kemhan 2020 yakni “Pertahanan Semesta yang Kuat Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI”. Menurut Prabowo, tema tersebut bertujuan mengajak seluruh pihak untuk membangun sistem pertahanan yang kuat.

Misalnya dengan memanfaatkan sumber daya nasional, baik sumber daya alam maupun buatan dalam satu kesemestaan. “Hal ini dilakukan secara semesta, terpadu, terarah dan berlanjut untuk menjadi kelangsungan hidup NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tutur Prabowo.

Prabowo menyatakan, seluruh lapisan bangsa harus bersatu. Tetap menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa Indonesia guna menghadapi berbagai ancaman dan tantangan di masa depan

Prabowo pun menyampaikan peserta rapim. “Kami laporkan Bapak Presiden, peserta rapim diikuti 534 orang yang selanjutnya akan dilaksanakan penyerahan kebijakan anggaran tahun 2020 kepada panglima TNI,” kata Prabowo.

Hadir dalam rapim di antaranya Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.



Sumber: Suara Pembaruan