Pasar Imlek Semawis, Simbol Semangat Merawat Harmoni
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pasar Imlek Semawis, Simbol Semangat Merawat Harmoni

Kamis, 23 Januari 2020 | 15:23 WIB
Oleh : Stefi Thenu / FMB

Semarang, Beritasatu.com – Sejak resmi dimulai pada 2005 silam, Pasar Semawis menjadi simbol penting perayaan Imlek di Kota Semarang. Digelarnya Pasar Semawis di sepanjang ruas jalan Gang Pinggir hingga jalan Wotgandul Timur, kawasan Pecinan Semarang itu, memanfaatkan momentum diizinkannya perayaan Imlek secara terbuka oleh Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 2004.

Tedi Kholiludin, peneliti di Yayasan Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, masih ingat betul, saat itu muncul kekhawatiran akan ada ancaman atau bahkan penyerangan dari kelompok yang tidak suka dengan kegiatan itu.

Pada akhirnya, kekhawatiran itu tak terjadi. Warga justru menyambutnya dengan antusias. Perayaan Imlek dalam wujud Pasar Semawis berlangsung aman, meriah dan dipadati masyarakat yang datang berdesak-desakan di jalanan sempit Pecinan tersebut. Hingga di tahun ke-15, Pasar Semawis terus bergeliat, eksis dan menjadi ikon perayaan Imlek, sekaligus ikon penting pariwisata Kota Semarang.

Bagi Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim, yang menjadi penggagas berdirinya Pasar Semawis, eksistensi Pasar Semawis menjadi bukti terjalinnya toleransi dan harmoni antara masyarakat Tionghoa dengan warga lainnya yang sangat plural di Kota Semarang.

"Imlek yang selama bertahun-tahun dirayakan secara tertutup, menjadi perayaan yang sangat egaliter. Dirayakan secara terbuka, oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang etnis, suku dan agama. Sungguh, merupakan karunia yang harus disyukuri dan dirawat bersama-sama,’’ ungkap Harjanto Halim, kepada SP dan Beritasatu.com, Kamis (23/1/2020).

Di Pasar Semawis, beragam kuliner lezat khas Tionghoa Semarang disajikan dan selalu diburu wisatawan. Di sana pula, tradisi Tuk Panjang atau makan bersama di meja panjang, menjadi tradisi rutin yag tak pernah terlewatkan.

Menurut Harjanto, ruh dari perayaan Imlek adalah bersyukur dan berkumpul. Maka, tradisi makan bersama di Tuk Panjang mencerminkan ruh perayaan Imlek tersebut. Karena Imlek tak lagi menjadi milik masyarakat Tionghoa, maka tradisi makan bersama di Tuk Panjang, menurut Harjanto Halim, diikuti pula oleh warga lintas etnis, suku dan agama lainnya.

Semuanya berkumpul, menikmati hidangan bersama-sama sembari mengucap syukur atas berkat dan rezeki dari Yang Kuasa. Doa dan harapan pun dilambungkan, agar keberlimpahan, kesehatan, umur panjang serta keharmonisan selalu mewarnai kehidupan semua masyarakat dalam memasuki tahun Tikus Logam.

Pasar Semawis, seperti diimpikan dan diniatkan oleh Harjanto Halim, menjadi simbol dari semangat merawat harmoni etnis Tionghoa di tengah pluralitas masyarakat. Interaksi horisontal di tengah pluralitas itu, diakuinya bukan hal yang mudah. Dalam kehidupan sehari-hari, masih saja ditemukan adanya sentimen dan isu berbau rasial atau agama.

"Praktis ada pasang surut dalam interaksi tersebut. Maka, ikhtiarnya adalah bagaimana membangun interaksi itu secara tulus, jangan karena ada maunya. Interaksi yang tulus itu harus terus-menerus dirawat bersama-sama untuk mencapai harmoni,’’ ungkap pengusaha, yang juga Ketua Perkumpulan Rasa Dharma/Boen Hian Tong Semarang.

Menurut Tedi Kholiludin, adanya sentimen itu menjadi bukti bahwa represi panjang Orde Baru, tak bisa hilang begitu saja dalam waktu cepat. Namun, adanya keberanian untuk tampil lebih terbuka dan menunjukkan identitas dari warga Tionghoa ke ruang publik, harus terus dilakukan.

Dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang itu menilai, warga Tionghoa di Semarang ‘diuntungkan’ dengan tidak adanya kelompok dominan yang menguasai budaya. Di Kota Semarang berlaku apa yang disebut tuan rumah kebudayaan bersama (shared host culture).

"Di kota ini, tidak ada satu kelompok yang mengaku sebagai tuan rumah budayanya. Sehingga panggung dimanfaatkan secara bersama-sama oleh semua kelompok, yang mencerminkan sikap inklusif dan egalitarian,’’ ujar Tedi.

Cerminannya, kata Tedi, tergambar pada situasi relasional antara kelompok Tionghoa dan masyarakat lain, yang minim konflik. Setidaknya pascareformasi. Dijelaskan, konflik komunal terakhir terhadap etnis Tionghoa itu terjadi pada tahun 1980, sebagai imbas dari kerusuhan di Solo yang menjalar ke Ambarawa, Salatiga dan kemudian Semarang.

"Sisanya, kita tak melihat ada konflik dalam skala besar di sini. Bahwa ada diskriminasi atau praktik intoleransi, itu tentu saja fakta yang tak terbantahkan dan harus dicarikan jalan keluarnya. Namun, dalam skala besar, 1980 itu adalah cerita konflik komunal yang melibatkan orang Tionghoa untuk kali yang terakhir,’’ paparnya.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Jawa Tengah Dewi Susilo Budiharjo mengaku bersyukur, sejak reformasi, tak ada konflik atau diskriminasi yang dialami oleh warga Tionghoa. Kendati diakui masih ada isu-isu berbau rasial diperdengarkan di ruang publik, namun dalam kehidupan sehari-hari warga Tionghoa dapat hidup bebas dan merdeka seperti masyarakat lainnya.

"Harapan saya, momentum Imlek dapat digunakan warga Tionghoa untuk berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai elemen. Maknanya bukan saja terbatas pada kumpul keluarga semata, namun lebih luas lagi, berkumpul dan hidup rukun dalam satu keluarga besar bernama Indonesia,’’ tegas pengusaha yang dikenal sebagai aktivis peduli perempuan dan anak tersebut.

Harapan tentang harmoni dan toleransi itu, praktis merupakan doa dan harapan warga Tionghoa dalam wujud kue keranjang, yang menjadi penganan khas perayaan Imlek.

Ketua Yayasan Khong Kauw Hwee Wong, Aman Gautama, pemilik sekolah gratis Kuncup Melati di kawasan Pecinan Semarang, yang memiliki tradisi bagi-bagi kue keranjang gratis setiap perayaan Imlek mengungkapkan, salah satu makna filosofi yang terkandung dalam kue keranjang.

"Kue yang terbuat dari tepung ketan itu punya sifat lengket. Artinya, kue ini lambang persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu,’’ ungkap Aman Gautama.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Agar Nilai Pajak Jadi Rp 10 M, Jhonlin Baratama Janjikan Pejabat Ditjen Pajak Rp 50 M

Jhonlin Baratama melalui konsultan pajaknya menjanjikan sebesar Rp 50 miliar kepada pejabat Ditjen Pajak agar nilai pajaknya berkurang menjadi Rp 10 miliar.

NASIONAL | 22 September 2021

Presiden Jokowi Akan Buka Pesparani II pada 2 Oktober Mendatang

Pesparani II atau KVKI ditutup 28 Oktober 2021 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

NASIONAL | 22 September 2021

Helikopter TNI AD Bantu Evakuasi Guru dan Warga dari Kiwirok, Papua

Kedua guru itu sudah mengabdi puluhan tahun di Kiwirok, bahkan guru perempuan Purba mengaku sudah mengajar di Kiwirok sejak tahun 1999.

NASIONAL | 22 September 2021

Buang Sampah Sembarangan, 8 Warga Padang Didenda

Awalnya di sepanjang jalan by pass Padang, kerap ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan.

NASIONAL | 22 September 2021

Kemdikbudristek dan Danone Dukung Percepatan Vaksinasi PTK dan Peserta Didik

Percepatan program pembelajaran tatap muka (PTM) di Indonesia harus segera terealisasikan untuk mengejar ketertinggalan dalam dunia pendidikan.

NASIONAL | 22 September 2021

Bertemu Gubernur Kalbar, AHY Bahas Penanganan Covid-19 dan Perbatasan

AHY bersilaturahmi dengan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji di Pontianak, Kalbar, Rabu (22/9/2021).

NASIONAL | 22 September 2021

EnglishScore Bantu Mahasiswa Buktikan Kemahiran Bahasa Inggrisnya

British Council meluncurkan aplikasi BritishScore untuk membantu mahasiswa dan pekerja untuk tetap dapat lulus, dan membuktikan kemahiran Bahasa Inggris mereka.

NASIONAL | 22 September 2021

Herman Herry: Kapolri Telah Membuat Perubahan di Korlantas

Herman Herry menilai Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah membuat perubahan reformatif atau ke arah lebih baik di jajaran Korlantas.

NASIONAL | 22 September 2021

Kepala BNPT Resmikan Warung NKRI di Cikarang Timur

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar meresmikan Warung NKRI di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

NASIONAL | 22 September 2021

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Tersangka Suap Proyek dari Dana Hibah BNPB

KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur, Anzarullah sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek dari dana hibah BNPB.

NASIONAL | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings