Fasilitasi Anak Berprestasi, Kemdikbud Bentuk Lembaga Prestasi Nasional

Fasilitasi Anak Berprestasi, Kemdikbud Bentuk Lembaga Prestasi Nasional
Konferensi pers "The 3 Rd Shinkenjuku Math Championship 2020" di Jakarta, Kamis, 23 Jnauari 2020. ( Foto: ANTARA )
Maria Fatima Bona / JAS Kamis, 23 Januari 2020 | 20:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com , Kepala Seksi Pembelajaran Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud, Setiawan Witaradya menuturkan, dalam menfasilitasi peserta didik berprestasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan membentuk lembaga prestasi nasional.

Setiawan menyebutkan, hadirnya lembaga tersebut untuk mengelola kegiatan olimpiade yang salama ini dikelola oleh masing-masing direktorat. Nantinya, ajang olimpiade yang selama ini dikelola oleh masing-masing direktorat akan ditarik ke Pusat Prestasi Nasional.

“Pusat Prestasi Nasional ini akan dibentuk pada April 2020. Namun untuk pengelolaan lembaga seperti apa belum dapat dipastikan,”ujar Setiawan saat Konferensi Pers “The 3rd Shinkenjuku Math Championship” di Gedung Tamara, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Selanjutnya, ketika ditanya apakah pusat prestasi lomba ini juga sebagai wadah untuk mendukung kebijakan penyelenggaran Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2020 yang akan diselenggarakan sekolah untuk menilai kompetensi siswa. Setiawan enggan untuk memberi penjelasan lebih rinci. Sebab, Kemdikbud masih dalam tahap penataan dan reorganisasi

Presiden Direktur PT Benesse Indonesia, Keiko Toyoizumi mengatakan, sebagai lembaga pengelola bimbingan belajar (bimbel) khusus bidang matematika untuk sekolah dasar, Shinkenjuku tak sekadar menyajikan materi-materi yang menantang, tetapi juga menyiapkan wadah kompetisi yang digelar rutin dua kali setahun.

Keiko menuturkan, pada awal paruh kedua tahun ajaran 2019/2020, pihaknya akan kembali mengadakan Olimpiade Shinkenjuku Nasional yang berlangsung dari 18 hingga final pada 26 Januari 2020.

Dia menyebutkan, Olimpiade Shinkenjuku Nasional ini untuk mengukur sejauh mana perserta didik memahami matematika dengan konsep daya nalar tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang telah diajarkan pada bimbel Shinkenjuku di seluruh cabang.

“Shinkenjuku sebagai bimbingan belajar khusus matematika sudah lebih dulu memperkenalkan soal HOTS melalui materi ajar pilihan agar generasi emas Indonesia dapat berpikir dalam, kritis, inovatif, dan out of the box guna menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat abad 21,” ujar Keiko

Direktur Bimbel Shinkenjuku, Tatasunosuke Suzuki juga menuturkan, dalam menyiapkan generasi emas perlu memperkenalkan daya nalar tinggi kepada siswa sejak sekolah dasar. Maka, Shinkenjuku yang mengenalkan belajar matematika dengan konsep mudah dipahami sehingga kemampuan matematika tersebut dapat menjadi dasar dalam mengambil keputusan sehari-hari.

“Kami tidak mengajarkan matematika hanya cara menghitung saja. Tetapi, mulai dari memahami masalah, mencari cara, menghitung, dan memeriksa kembali sehingga ini dapat membantu masyarakat untuk memecahkan masalah sosial dalam kehidupan sehari-harinya,”ujar dia.

Suzuki juga menuturkan, Shinkenjuku menargetkan dalam lima tahun ke depan anak-anak akan memiliki daya nalar tinggi jika terus dipacu pembelajaran dan perlombaan. Menurutnya, dengan meningkatkan kemampuan kritis, prestasi anak-anak pada dunia akademik juga akan meningkat.



Sumber: BeritaSatu.com