Panglima TNI: Pembentukan 3 Satuan Baru Wujudkan Organisasi TNI Yang Adaptif

Panglima TNI: Pembentukan 3 Satuan Baru Wujudkan Organisasi TNI Yang  Adaptif
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan di hadapan peserta Rapim Kemhan, di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Asni Ovier / RSAT Kamis, 23 Januari 2020 | 20:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pembentukan tiga satuan baru di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni Komando Operasi Khusus (Koopssus), Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan), dan Pusat Informasi Maritim (Pusinfomar), mewujudkan organisasi TNI yang adaptif, dan mampu menghadapi berbagai kompleksitas spektrum ancaman luasnya wilayah tanggung jawab secara geografis.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di hadapan para peserta Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Rapim Kemhan) tahun 2020 di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Panglima TNI mengatakan ketiga satuan TNI tersebut saat ini masih dalam proses pembangunan sarana prasarana, pemenuhan alutsista, pemenuhan sarana pendukung maupun personel.

Pembentukan Koopssus TNI seiring dengan maraknya aksi radikalisme dan terorisme. Sedangkan Kogabwilhan TNI untuk mengatasi setiap potensi ancaman dan trouble spot di wilayah tanggung jawab masing-masing. Markas Kogabwilhan I berkedudukan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kogabwilhan II di Balikpapan, Kalimantan Timur,  dan Kogabwilhan III di Biak, Papua.

Sementara pembentukan Pusinfomar TNI sebagai upaya menjalin sinergitas kementerian, lembaga maupun negara-negara di kawasan dalam menghadapi kompleksitas aktivitas dan permasalahan maritim.

Panglima TNI juga menyampaikan terkait penetapan 11 program prioritas TNI yang dirancang untuk dapat menghadapi dinamika perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas TNI ke depan.

Kesebelas program prioritas tersebut antara lain revitalisasi dan percepatan program-program Minimum Essential Force (MEF); penyempurnaan organisasi TNI; pengembangan SDM TNI; pembangunan TNI AD menjadi kekuatan terpusat, kewilayahan dan pendukung; pembangunan TNI AL dengan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Selanjutnya yakni pembangunan TNI AU untuk mencapai air supremacy atau air superiority; pembentukan Pasukan Khusus Tri Matra; pengembangan Sistem Operasi Tri Matra yang berbasis teknologi berkemampuan Network Centric Warfare; pengembangan diplomasi militer; serta sistem pengadaan alutsista berbasis Effect-Based and Interperability.



Sumber: Suara Pembaruan