Peningkatan IPK Tunjukkan Kemajuan Pemberantasan Korupsi

Peningkatan IPK Tunjukkan Kemajuan Pemberantasan Korupsi
Indriyanto Seno Adji ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / WM Kamis, 23 Januari 2020 | 21:19 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia mengalami peningkatan dua poin di Tahun 2019, menjadi 40. Pada Tahun 2018, skor IPK Indonesia di angka 38. Atas kondisi ini, Indonesia berada di peringkat 85 dari 180 negara yang disurvei oleh Transparency International.

Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menilai, kenaikan IPK Indonesia pada tahun 2019 menunjukkan kemajuan pemberantasan korupsi.

"IPK Indonesia 2019 ini mencerminkan adanya kemajuan pemberantasan korupsi. Artinya pendekatan dengan metode pencegahan dan penindakan korupsi mendekati harapan masyarakat secara luas," kata Indriyanto Seno Adji, Kamis (23/1/2020) di Jakarta.

Untuk terus meningkatkannya, Indriyanto berharap kedepannya ada kerjasama yang lebih terintegrasi antarlembaga negara. Khususnya lembaga-lembaga yang konsentrasi dalam bidang pemberantasan korupsi.

Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia mengalami peningkatan dua poin di Tahun 2019, yakni pada skor 40. Indonesia berada di peringkat 85 dari 180 negara yang disurvei oleh Transparency International. Pada Tahun 2018, skor CPI Indonesia di angka 38.

Pada Tahun 2019 ini, TI merilis CPI yang ke-24. CPI 2019 mengacu pada 13 survei dan penilaian ahli untuk mengukur korupsi sektor publik di 180 negara dan teritori. Penilaian CPI didasarkan pada skor yang mulai skor dari 0 berarti sangat korup dan 100 sangat bersih.



Sumber: Suara Pembaruan