Sikap Kooperatif Hasto Diapresiasi

Sikap Kooperatif Hasto Diapresiasi
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan KPK guna menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/1/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 24 Januari 2020 | 20:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dinilai menunjukkan komitmennya untuk bersikap kooperatif. Hal itu menyusul kehadiran Hasto saat dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus suap proses pergantian antar waktu (PAW) PDIP yang menjerat mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

"Kehadiran Mas Hasto kalau dibilang taat asas, itu memang taat asas. Membuktikan Mas Hasto dan PDIP kooperatif memenuhi panggilan KPK," kata pengamat politik Jeirry Sumampow di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Jeirry menambahkan, Hasto dan PDIP jelas tidak ingin menghalangi proses hukum atas kasus Wahyu. Seperti diketahui, Hasto datang sekitar pukul 10.00 untuk diperiksa KPK.

Sementara pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji mengatakan Hasto menghargai penegakan hukum yang sedang dijalankan KPK, karenanya perlu diapresiasi. "Kedatangan untuk pemeriksaannya patut diapresiasi mengingat yang bersangkutan ini adalah figur publik yang jadi representasi parpol (partai politik)," kata Indriyanto.

Hasto mengaku mendapat sekitar 24 pertanyaan oleh tim penyidik KPK. Seluruh keterangan yang diminta tim, lanjut Hasto, sudah disampaikan. Hasto pun berjanji terus kooperatif.

"Ini sebagai tanggung jawab saya sebagai warga negara. Saya bersedia datang ketika dimintai keterangan oleh KPK. Pertanyaan sudah saya jawab semua, dan segala sesuatunya sudah saya lakukan termasuk menandatangani BAP (berita acara pemeriksaan)," tegas Hasto.



Sumber: Suara Pembaruan