Roy Suryo Lapor Polisi soal Penyebaran Berita Bohong

Roy Suryo Lapor Polisi soal Penyebaran Berita Bohong
Roy Suryo. ( Foto: Twitter )
Bayu Marhaenjati / JAS Sabtu, 25 Januari 2020 | 05:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar Telematika Roy Suryo, membuat laporan polisi terkait kasus dugaan menyebarkan berita bohong dan atau pencemaran nama baik melalui media elektronik terkait dengan sejarah kelahiran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang diduga dikaburkan suatu akun anonim, di situs Wikipedia.

Aduan Roy, tercatat dengan nomor laporan polisi: LP/350/I/Yan.2.5./2020/SPKT/PMJ/24 Januari 2020, tentang tindak pidana ITE dan atau menyebarkan berita bohong dan atau pencemaran nama baik melalui media elektronik, yang diatur dalam Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 dan atau Pasal 31 Juncto Pasal 48 dan atau Pasal 35 Juncto Pasal 51 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Tindak Pidana dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP.

Roy mengatakan, perkara ini bermula ketika dirinya diundang salah satu program stasiun televisi, di Hotel Borobudur, Selasa (21/1/2020) kemarin. Ketika itu, Roy dan Rangga Sasana selaku petinggi Sunda Empire berdiskusi tentang kelahiran PBB dan NATO.

"Yang bersangkutan (Rangga) mengatakan kalau PBB dan NATO itu dilahirkan, didirikan, di Bandung, di Gedung Isola. Kemudian, yang bersangkutan malah mengatakan secara langsung kalau saya salah, tidak mengerti sejarah," ujar Roy, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/1/2020).

Dikatakan Roy, Rangga juga mengatakan, kalau institusi Puro Pakualam yang diwakili Roy merupakan bentukan Belanda dan berasal dari Solo. "Ini fatal sekali karena Pakualaman itu berasal dari Yogyakarta dan tidak berpihak kepada Belanda," ungkapnya.

Sehari setelah acara diskusi, kata Roy, sejumlah netizen mulai menyerangnya dengan menyampaikan kalau dirinya tidak tahu sejarah, di media sosial.

"Saya mulai tidak nyaman karena beberapa sosial media, beberapa akun, email mulai mengkritik saya, mulai menyerang saya dengan mengatakan saya memang tidak tahu sejarah. Karena menurut mereka ternyata memang PBB berasal dari Bandung, juga didirikan di Bandung," jelasnya.

Roy pun bertanya ke beberapa nitizen belajar dari mana kalau PBB berasal dari Bandung. Mereka pun menjawab referensi dari Google atau di Wikipedia.

"Ternyata ini masalahnya, di Wikipedia, tanggal 22 Januari, itu diubah oleh akun anonim. Jadi sejarah tentang PBB itu diubah dengan kabar bohong, dengan berita bohong yang menyatakan kalau Perserikatan Bangsa-Bangsa itu didirikan di Bandung, di Gedung Isola. Ini sangat menyesatkan, dan ini kabar bohong," katanya.

Sejurus kemudian, Roy mencoba menelusuri siapa yang mengedit sejarah PBB di Wikipedia. "Merujuk satu nama yaitu, Sunda Empire. IP anonim itu merujuk ke Sunda Empire. Dia secara kasar, secara tidak ilmiah telah mengubah sejarah melalui Wikipedia," jelasnya.

Roy mengungkapkan, melaporkan Rangga terkait dugaan pencemaran nama baik karena telah menudingnya tidak mengerti sejarah. Sementara, siapa orang yang mengubah Wikipedia masih dalam penyelidikan polisi.

"Orang yang mengatakan saya (tidak mengerti sejarah) langsung di acara itu, Rangga Sasana, maka dia tetap saya laporkan pencemaran nama baik. Tetapi institusi yang ubah itu, siapa orang yang ubah itu biarkan polisi bekerja," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com