Perayaan Imlek di Semarang

Saat Barongsai Gubernur Jateng Minta Angpao kepada Wakil Wali Kota...

Saat Barongsai Gubernur Jateng Minta Angpao kepada Wakil Wali Kota...
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat memainkan tarian barongsai dalam perayaan Imlek 2571 tahun 2020 di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Sabtu, 25 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu )
Stefy Thenu / JAS Sabtu, 25 Januari 2020 | 14:54 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Perayaan Imlek 2571 tahun 2020 di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Sabtu (25/1/2020), berlangsung meriah.

Ribuan masyarakat hadir untuk menikmati beragam pementasan di kelenteng yang terletak di Jalan Simongan Kota Semarang itu. Selain beragam kesenian khas Tionghoa, acara semakin meriah dengan penampilan penyanyi ibukota, Denada.

Perayaan Imlek pun kian afdol dengan tarian barongsai, yang identik dengan tahun baru China tersebut.

Yang menarik, dalam perayaan Imlek tahun ini, dimeriahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang tampil spontan menari barongsai.

Semula, Ganjar hanya berdiri menyaksikan atraksi barongsai. Namun tiba-tiba ia bergerak maju mendekati pemain barongsai. Dia kemudian meminjam kepala barongsai dari pemainnya.

Memainkan barongsai berwarna hitam, Ganjar melenggak-lenggok bak pemain profesional. Goyangannya santai dan membuat para pejabat yang hadir di panggung utama, langsung berdiri sambil tepuk tangan.

Aksi kocak gubernur itu berhasil membuat ribuan warga tergelak dengan polahnya memainkan kesenian khas Negeri Tirai Bambu itu.

Aksinya kian mengundang tawa, saat Ganjar menari sembari mendekati tenda VIP. Sambil membuka mulut barongsai, dia mendekat ke Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu lalu meminta angpao. Sontak, tepuk tangan dan tawa penonton bergemuruh.

"Tibake angel (ternyata sulit), sing marakke ewer-ewer ra ketok (yang membuat bisa membuka mulutnya tidak kelihatan). Saya tadi bingung gimana cara memainkan agar mulutnya kebuka dan matanya berkedip," kata Ganjar usai menari.

Dia mengakui, menarikan barongsai tidaklah semudah seperti yang dilihat. Butuh skill dan kekompakan agar menghasilkan pertunjukan menarik.

Dia juga mengaku kaget saat pemain bagian belakang memegang pinggangnya. Ternyata, itu artinya pemain belakang itu siap mengangkat badannya, untuk mempertunjukkan atraksi menarik.

"Ternyata itu agar siap untuk mengangkat sebagai bentuk atraksi. Yo aku ora iso (ya saya tidak bisa). Sing tak tunggu angpaone (yang saya tunggu angpaonya), sayang ndak dapat," selorohnya sambil tertawa.

Menanggapi perayaan Imlek yang meriah itu, Ganjar mengatakan, kekayaan budaya dari agama, suku, ras dan golongan di Indonesia sangat berlimpah. Setiap mereka, memiliki tradisi, seni, dan budaya menarik.

"Seperti saat Imlek ini, ditunjukkan seni budaya dari Tionghoa yang disambut meriah masyarakat. Ini bagian dari kekayaan kita yang harus kita rawat dan lestarikan," ungkapnya.

Pertunjukan-pertunjukan semacam ini menurutnya harus dilestarikan bahkan dikembangkan. Sehingga, hal itu akan menjadi magnet bagi para wisatawan untuk datang.

"Sam Poo Kong saja setiap tahun sekarang 900.000 wisatawan berkunjung, 100.000-nya adalah wisatawan asing. Mudah-mudahan semua bisa merawat dengan baik," pungkas Ganjar.

Ketua Yayasan Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma mengatakan, perayaan Imlek menjadi salah satu agenda rutin yang digelar di kelenteng itu. Bukan untuk kegiatan ritual peribadatan, namun lebih sebagai pesta budaya.

"Karena Imlek adalah milik kita semua. Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat semakin erat bersatu untuk mewujudkan Indonesia maju," ungkap Mulyadi.



Sumber: Suara Pembaruan