BNPT: Perguruan Tinggi Rentan Terpapar Radikalisme

BNPT: Perguruan Tinggi Rentan Terpapar Radikalisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius memberikan kuliah umum tentang Bahaya Penyebaran Paham Radikal Terorisme di Gedung Perkuliahan PTIK, Jakarta, Senin (28/10/2019). ( Foto: istimewa )
/ BW Sabtu, 25 Januari 2020 | 14:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, perguruan tinggi rentan terpapar radikalisme sehingga perlu upaya bersama untuk mengatasi hal tersebut.

"Tidak hanya perguruan tinggi tertentu yang bisa terpapar, tetapi semuanya bisa, yang membedakan hanya tebal tipisnya saja. Oleh karena itu, kita semua harus waspada dan harus bisa mengidentifikasi hal tersebut. Karena itu bisa saja menjangkiti anak kita, saudara kita, atau lingkungan kita," katanya seusai rapat pleno Forum Guru Besar (FGB) ITB membahas radikalisme dan intoleransi di Bandung, Jumat (24/1/2020).

Dalam keterangan pers yang diterima Sabtu (25/1/2020), mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas tersebut menyampaikan, dia hadir pada acara tersebut untuk berbagi informasi, bertukar pikiran, dan memberikan pemahaman kepada para guru besar ITB terkait radikalisme dan intoleransi.

Selain Kepala BNPT, terdapat tiga pembicara lain dari berbagai disiplin ilmu yaitu I Bambang Sugiharto dari Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, lalu dari ITB hadir Yasraf Amir Piliang dan Tatacipta Dirgantara.

Para pembicara tersebut memaparkan berbagai macam kajian terkait filosofi Pancasila, penafsiran radikalisme serta bentuk-bentuk implementasi atas komitmen ITB yang secara tegas menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan dalam tiap kebijakannya.

Mantan Kabareskrim Polri itu mengatakan, kegiatan tersebut setidaknya bisa memberikan pemahaman secara utuh tentang radikalisme.

"Sehingga kita betul-betul bisa mengidentifikasi apa masalah yang ada di tengah-tengah kita dan riil itu. Kita identifikasi dan kita carikan solusinya bersama dengan melibatkan semua pihak, termasuk FGB ini. Dan kita juga lihat tadi ternyata sangat antusias di dalam karena baru menyadari demikian hebatnya permasalahan ini," katanya.

Ketua FGB ITB Freddy Permana Zen mengapresiasi kehadiran Kepala BNPT dalam rapat pleno FGB ITB tersebut.

Pemaparan BNPT telah memberikan pencerahan kepada para guru besar ITB terkait pola penyebaran rafikalisme, cara mengidentifikasi serta upaya yang harus dilakukan jika menemukan hal tersebut di lingkungan perguruan tinggi.

Kepala BNPT dalam acara tersebut didampingi Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Hamli, dan Direktur Penindakan BNPT Brigjen Pol Torik Triyono.



Sumber: ANTARA