Petrotekno Bantu Keahlian Pemuda Bintuni di Industri Migas

Petrotekno Bantu Keahlian Pemuda Bintuni di Industri Migas
Yulianus Homna, seorang pemuda asli Subitu. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Sabtu, 25 Januari 2020 | 18:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB) yang berdiri sejak tahun 2018 telah banyak membantu mengubah nasib pemuda Sebitu yang merupakan suku asli yang mendiami daerah Teluk Bintuni, Papua Barat. Lembaga pendidikan itu dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, bekerja sama dengan Petrotekno.

Rizal Aris selaku Advisor utama P2TIM-TB menjamin bahwa lulusan P2TIM-TB yang dioperasikan Petrotekno menjadi tenaga kerja yang menjadi rebutan industri-industri Migas baik di dalam maupun luar negeri. 

P2TIM-TB berdiri di atas lahan seluas 9.300 meter persegi di Distrik Bintuni Timur dengan dilengkap beragam fasilitas. Pusat pelatihan ini juga dilengkapi oleh asrama siswa. "Setiap angkatan berjumlah 100 orang siswa pelatihan, yang akan menjalani pelatihan selama 3,5 bulan. Sebanyak 90 persen siswa pelatihan angkatan pertama merupakan putra daerah Kabupaten Teluk Bintuni," ujar Rizal belum lama ini.

 

Keberadaan pusat pelatihan industri migas Teluk Bintuni ini sebenarnya diprioritaskan untuk anak-anak teluk. Terutama untuk Direct Affected Village, atau daerah yang terdampak langsung.

"Prioritasnya untuk tujuh suku, OAP, atau nusantara yang lahir di sini atau sudah tinggal di Bintuni minimal 10 tahun. Proses seleksinya berupa syarat administrasi ijazah minimal lulusan SMP, Kartu Keluarga, dan KTP. Selain itu, para calon peserta didik juga harus mengikuti berbagai tes. Mulai dari matematika dasar, bahasa Inggris, dan wawancara kompetensi. Kami menggunakan standar sebagaimana yang disyaratkan oleh perusahaan pengguna tenaga kerja. Sehingga nanti lulusan dari sini otomatis terserap oleh pasar tenaga kerja," tandas Rizal Aris saat ditemui belum lama ini.

Kehadiran Petrotekno dirasakan betul manfaatnya oleh Yulianus Homna, seorang pemuda asli Subitu. 

"Saya masuk Petrotekno untuk mengubah nasib. Petrotekno bagus dan sangat berguna untuk pemuda Bintuni khususnya untuk mencari kerja, industri minyak di sini berkembang pesat. Dan dengan pendidikan yang saya dapatkan saya berharap bisa merubah perekonomian saya dan juga kampung saya agar bisa lebih maju kedepannya," ungkap Yulianus.



Sumber: BeritaSatu.com