Sungai Batanghari di Tebo Meluap, Puluhan Rumah Warga Terendam

Sungai Batanghari di Tebo Meluap, Puluhan Rumah Warga Terendam
Wakil Bupati Merangin, Mashuri (kiri) ketika meninjau badan jalan yang ambles akibat banjir di Desa Sungaisahut, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ruas jalan tersebut belum diperbaiki hingga Minggu (26/1/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih)
Radesman Saragih / WBP Minggu, 26 Januari 2020 | 15:14 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Sedikitnya 40 rumah warga di beberapa desa di tiga kecamatan, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi masih terendam banjir hingga Minggu (26/1/2020). Ketinggian banjir yang mencapai setengah meter di permukiman warga membuat aktivitas terganggu. Namun warga belum ada yang mengungsi karena masih bisa bertahan di bagian yang tidak belum terkena banjir.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Antoni Faksi di Muaratebo, Kabupaten Tebo, Jambi, Minggu (26/1/2020) menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan tenda-tenda pengungsi mengantisipasi meningkatnya ketinggian banjir.

“Bila banjir naik lagi hingga ketinggian satu meter dan warga tidak bisa bertahan lagi di rumah mereka yang terendam banjir, kami akan melakukan evakuasi warga ke posko pengungsian,” kata Antoni Faksi.

Dijelaskan, hasil pantauan petugas BPBD Tebo di lapangan, ketinggian banjir mencapai setengah meter sehingga warga tidak bisa menggunakan sepeda motor. Namun warga masih bisa bertahan karena rumah mereka rata-rata memiliki lantai yang lebih tinggi dari jalan.

“Warga yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari di Tebo kami imbau meningkatkan kewaspadaan terhadap meluasnya banjir karena curah hujan di daerah ini masih tinggi,”ujar Antoni Faksi.

Menurut Antoni, banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Sumay, Tebo Tengah dan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo terjadi sejak Jumat (24/1/2020). Banjir disebabkan meningkatnya luapan Sungai Batanghari di daerah itu. Meningkatnya luapan sungai disebabkan hujan lebat.

“Luapan meningkat drastis dibandingkan dua pekan lalu akibat tingginya curah hujan. Banjir ini belum menunjukkan tanda-tanda surut menyusul hujan yang masih turun hingga akhir pekan ini,” ujar Antoni Faksi.

Dikatakan, selain merendam 40 unit rumah, beberapa rumah ibadah dan sekolah, banjir juga menyebabkan sedikitnya 50 hektare (ha) sawah terendam banjir. Sebagian besar sawah yang terendam tersebut berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Batanghari.

Sementara hujan deras yang melanda Kabupaten Merangin pekan lalu mengakibatkan beberapa ruas jalan di Desa Sungaisahut, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin ambles. Hal tersebut membuat akses dari Desa Sungaisahut ke Kota Bangko, Kabupaten Merangin terancam putus.

Wakil Bupati Merangin, Mashuri ketika meninjau ruas jalan ambles tersebut, Sabtu (25/1/2020) menjelaskan, amblesnya ruas jalan Desa Sungaisahut tersebut akibat tergerus air sungai yang meluap. Gorong-gorong beton yang berada di bawah badan jalan itu hanyut diterjang derasnya arus sungai. Kondisi itu membuat munculnya lubang besar dengan lebar setengah badan jalan.

“Kondisi jalan yang ambles ini pun nyaris putus karena tanah di bawah aspal dengan lebar setengah badan jalan tergerus air. Ruas jalan ambles ini harus segera diperbaiki agar akses ke Desa Sungaisahut tidak sampai putus,” kata Mashuri.

Mashuri pada kesempatan tersebut meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Merangin segera membangun tanggul atau bronjong di kedua sisi jalan yang ambles. Kemudian badan jalan yang ambles tersebut langsung ditimbun dan dilakukan pengerasan.



Sumber: Suara Pembaruan