UGM Dukung Kebijakan Kampus Merdeka

UGM Dukung Kebijakan Kampus Merdeka
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada. (Foto: ugm.ac.id)
Fuska Sani Evani / FER Minggu, 26 Januari 2020 | 18:09 WIB

Yogyakarta, Beritastau.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta siap melakukan penyesuaian dan pembenahan, agar tujuan Kampus Merdeka dapat dicapai.

Kampus Merdeka, Konsep Pendidikan Tinggi Mendikbud

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono menjelaskan, kebijakan Kampus Merdeka merupakan pola baru dalam sistem pembelajaran di perguruan tinggi di Indonesia. Dengan demikian, UGM membutuhkan banyak pembenahan, mulai dari kurikulum, dosen, sistem informasi, dan masih banyak lagi.

"Saya berharap UGM menjadi leader dan trendsetter transformasi pembelajaran 4.0,” kata Panut, di Yogyakarta, Minggu (26/1/2020).

Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, Dr Hatma Suryatmojo, menambahkan, pihaknya selalu melakukan penyesuaian dan inovasi kurikulum untuk merespons perubahan dan tuntutan di tingkat lokal, regional hingga global.

MWA ITB Lantik Perempuan Pertama Jadi Rektor

"Hal itu dilakukan demi memenuhi mandat negara kepada UGM terutama dalam memimpin keilmuan dan kontribusi nyata untuk kemaslahatan masyarakat," jelasnya.

Menurut Hatma, pada tahun 2016, UGM meluncurkan Kerangka Dasar Kurikulum (KDK) sebagai panduan pengembangan kurikulum di seluruh program studi.

Seiring dengan perkembangan kebutuhan ekosistem pendidikan yang selaras dengan inovasi-inovasi hasil revolusi industri 4.0 dan pendidikan berbasis luaran (outcome based education) maka dibutuhkan penyesuaian dan penyempurnaan KDK.

Peneliti UGM Ciptakan Lidah Elektronik Pendeteksi Rasa Makanan

Pada pertengahan tahun 2019 lalu, rektorat membentuk tim perumus Kurikulum UGM yang terdiri dari unit PIKA, Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) dan Kantor Jaminan Mutu (KJM).

Kajian terhadap berbagai kebijakan, kebutuhan ketrampilan dan kompetensi Abad 21, fleksibilitas belajar, sinergi bersama mitra untuk pengembangan kompetensi dan pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran dan diseminasi.

"Kebijakan Menteri Pendidikan tentang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka telah memberikan peluang besar dan sesuai dengan apa yang sedang dikembangkan oleh tim kurikulum UGM," urai Hatma.



Sumber: Suara Pembaruan