Nawawi Pomolango: Peningkatan Skor IPK Indonesia Tak Hanya Faktor KPK

Nawawi Pomolango: Peningkatan Skor IPK Indonesia Tak Hanya Faktor KPK
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com )
Fana Suparman / WBP Minggu, 26 Januari 2020 | 22:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia mengalami peningkatan dua poin di tahun 2019 menjadi 40 dari tahun sebelumnya yang meraih skor 38. Indonesia berada di peringkat 85 dari 180 negara yang disurvei oleh Transparency International, naik dari peringkat 89 dari 180 negara tahun 2018.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengatakan, skor IPK yang diraih Indonesia bukan hanya faktor kinerja KPK. Ditegaskan, IPK juga dipengaruhi oleh seluruh aspek pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan publik, politik demokrasi dan penegakan pemberantasan korupsi.

"Yang harus dipahami bersama, bahwa IPK bukan hanya 'semata' urusan dan diurusi KPK, melainkan melibatkan semua aspek penyelenggaraan pmerintahan yang bersinggungan dengan pelayanan publik, politik demokrasi dan penegakan pmberantasan korupsi," kata Nawawi kepada SP, Minggu (26/1/2020).

Ditekankan upaya pemberantasan korupsi merupakan kerja bersama seluruh elemen terkait. Dengan demikian, tidak ada lembaga yang merasa hanya lembaganya yang memberantas korupsi hingga skor IPK Indonesia meningkat. "Tak ada sebuah lembaga yang seakan berbusung dada seakan karena lembaga itulah meningkatnya IPK," kata Nawawi Pomolango.

Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia mengalami peningkatan dua poin di tahun 2019 menjadi 40. Indonesia berada di peringkat 85 dari 180 negara yang disurvei oleh Transparency International, naik dari peringkat 89 dari 180 negara tahun 2018.

Pada tahun 2019 ini, TI merilis CPI yang ke-24. CPI 2019 mengacu pada 13 survei dan penilaian ahli untuk mengukur korupsi sektor publik di 180 negara dan teritori. Penilaian CPI didasarkan pada skor yang mulai skor dari 0 berarti sangat korup dan 100 sangat bersih.



Sumber: Suara Pembaruan