Sepanjang 2005-2014, Total Tenaga Honorer yang Diangkat 1.070.092 Orang
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (0.17)   |   COMPOSITE 6338.51 (22.59)   |   DBX 1329.17 (11.41)   |   I-GRADE 184.48 (-0.11)   |   IDX30 515.715 (0.85)   |   IDX80 138.838 (0.12)   |   IDXBUMN20 409.612 (-0.8)   |   IDXESGL 142.422 (-0.31)   |   IDXG30 145.816 (-0.71)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.86)   |   IDXQ30 147.765 (0.15)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.45)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.59)   |   IDXV30 136.758 (0.21)   |   INFOBANK15 1078.32 (-5.21)   |   Investor33 444.53 (0.41)   |   ISSI 183.756 (1.1)   |   JII 631.17 (2.72)   |   JII70 223.177 (0.34)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.84)   |   LQ45 967.718 (0.61)   |   MBX 1724.61 (4.67)   |   MNC36 328.799 (0.44)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.81)   |   SMInfra18 313.342 (2.15)   |   SRI-KEHATI 378.358 (0.03)   |  

Sepanjang 2005-2014, Total Tenaga Honorer yang Diangkat 1.070.092 Orang

Senin, 27 Januari 2020 | 15:14 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah telah mengangkat tenaga honorer sebanyak 1.070.092 orang sepanjang 2005-2014. Berbeda jauh dengan jumlah pegawai negeri sipil (PNS) hasil seleksi Calon PNS pada kurun waktu yang sama.

“Tenaga honorer yang diangkat 1.070.092 orang, sedangkan pelamar umum hanya 775.884 orang. Persentase 58,8 persen tenaga honorer, dan 41,2 persen pelamar umum,” ungkap Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan), Setiawan Wangsaatmaja di Kantor Kempan dan RB, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Setiawan menyatakan, niat pemerintah menyelesaikan permasalahan tenaga honorer sangat besar, bahkan melebihi pelamar umum. “Niat pemerintah untuk selesaikan ini sangat besar,” kata Setiawan Wangsaatmaja.

Setiawan menegaskan, selama lima tahun mendatang, pemerintah tidak lagi merekrut tenaga honorer sebagaimana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Kalau masih ada yang angkat, maka akan dikenakan sanksi. Sanksinya apa? Nanti diputuskan bersama-sama dengan kementerian terkait,” tegas Setiawan Wangsaatmaja.

Setiawan menyebut, masa transisi lima tahun atau hingga 2023 ini untuk merapikan. "Sepanjang kalau kita tidak berani merapikan ini, permasalahan akan terus muncul. Dalam lima tahun ini mudah-mudahan semua instansi pemerintah meninjau ke dalam. Mohon digunakan untuk melihat dan menata kembali," ata Setiawan Wangsaatmaja.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Honorer Langsung Diangkat Bakal Ganggu Komposisi ASN

“Kalau (honorer) diangkat semua tanpa sesuai kebutuhan, mereka yang baru lulus (kuliah) tertutup peluangnya, kkarena formasi kan terbatas,” kata Setiawan.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Hubungan Komisioner dan Dewas KPK Diklaim Berjalan Baik

"Sampai sekarang tidak ada ketegangan. Kami sudah koordinasi dengan baik," kata Tumpak.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Dampak Virus Korona, Kunjungan Turis Tiongkok ke Jateng Merosot

Akibat virus koron, diperkirakan potensial loss wisata Jateng Rp 3 miliaran per bulan

NASIONAL | 27 Januari 2020

Ratusan Peserta Ikuti Diklat GP Ansor di Korsel

Gus Yaqut optimistis masa depan NU akan cerah.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Gempa Magnitudo 4,6 Terjadi di Enggano

Tidak ada potensi terjadinya tsunami akibat gempa ini.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Kasus Korupsi Proyek Jalan, KPK Periksa Sekjen Kempupera

Anita Firmanti Eko Susetyowati bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait proyek jalan di Kalimantan Timur tahun anggaran 2018-2019

NASIONAL | 27 Januari 2020

Bandara Pattimura Pasang Pemindai Suhu Antisipasi Virus Korona

Langkah antisipasi penanganan virus korona dilakukan bagi penumpang domestik.

NASIONAL | 27 Januari 2020

4 Turis Asal Wuhan di Bintan Negatif Virus Korona

Hasil pemeriksaan lanjutan, menunjukkan bahwa keempat turis itu hanya mengalami demam biasa.

NASIONAL | 27 Januari 2020

21 Mahasiswa Surabaya di Wuhan Tak Terinfeksi Virus Korona

Saat ini ada 21 mahasiswa asal Universitas Negeri Surabaya yang sedang menempuh pendidikan di Central China Normal University (CCNU) di Kota Wuhan.

NASIONAL | 27 Januari 2020

KNPI: Desakan Menkumham Mundur Terlalu Berlebihan

"Saya rasa apa yang dilakukan ICW dkk meminta Presiden Jokowi memecat Menkumham terlalu lebay,” ujar Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama.

NASIONAL | 27 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS