Jokowi Minta BUMN Industri Pertahanan Perluas Pasar Ekspor

Jokowi Minta BUMN Industri Pertahanan Perluas Pasar Ekspor
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau pameran alutsista di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 27 Januari 2020 | 18:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pasar ekspor produk-produk BUMN klaster industri pertahanan perlu diperluas.

Pengembangan Alutsista Perkuat Industri Pertahanan

"Ini juga saya lihat beberapa sudah dilakukan baik oleh PT PAL, oleh PT Pindad maupun PT DI, ini juga sebuah lompatan yang kita memerlukan pasar yang lebih besar lagi,” ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Kebijakan Pengembangan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di Hanggar Fasilitas Produksi Kapal Selam, PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020).

Menurut Presiden, hal lain yang diperlukan berkaitan dengan transfer teknologi, kerja sama dengan BUMN, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta pengembangan rantai produksi antar BUMN dengan UKM-UKM dengan perusahaan swasta.

Tidak berhenti disitu, Kepala Negara juga meminta agar pengembangan alutsista mampu menyerap dan adopsi pengembangan teknologi militer terkini yang serba digital. "Ini memerlukan lompatan tetapi saya yakin dengan BUMN kita ber-partner dengan perusahaan-perusahaan luar,” tambahnya.

Pembentukan 3 Satuan Baru Wujudkan Organisasi TNI Yang Adaptif

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengingatkan, agar pengembangan alutsista di dalam negeri harus mampu menyerap dan mengadopsi perkembangan militer terkini sehingga mampu mengatasi lompatan teknologi dalam kurun 20 hingga 50 tahun ke depan.

"Ini memerlukan lompatan, tetapi saya yakin dengan BUMN kita ber-partner dengan perusahaan-perusahaan luar yang sudah memiliki reputasi saya kira ini akan lebih cepat kita mengadopsi perkembangan militer terkini," terang Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com