Jokowi Bagikan 2.020 Sertifikat Tanah di Jatim

Jokowi Bagikan 2.020 Sertifikat Tanah di Jatim
Ilustrasi sertifikat tanah. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 27 Januari 2020 | 19:28 WIB

Gresik, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan langsung sertifikat atas tanah yang dimiliki sebanyak 2.020 pemilik bidang tanah dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim), Senin (21/1/2020).

Alasan Pemerintah Gencar Serahkan Sertifikat Tanah

Jokowi merincikan dari jumlah tersebut ada sebanyak 520 sertifikat diserahkan untuk para penerima dari Kabupaten Gresik, 500 sertifikat untuk (penerima dari) Kota Surabaya, 500 sertifikat untuk Kabupaten Sidoarjo, 250 sertifikat untuk Kabupaten Lamongan, dan 250 sertifikat untuk Kabupaten Bangkalan.

Seluruh sertifikat yang telah diserahkan, mencakup lahan di Jawa Timur dengan luas keseluruhan 1.406.635 meter persegi (m2).

Menurutnya, Kepemilikan hak atas tanah wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria.

Jateng Buka Layanan Perbaikan Dokumen Gratis

"Sertifikat yang hari ini diserahkan menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum,” kata Jokowi.

Presiden melanjutkan, dahulu hanya sekira 500.000 sertifikat yang dapat diterbitkan tiap tahunnya. Padahal, masyarakat yang belum memiliki sertifikat masih sangat banyak. Akibatnya sengketa-sengketa sebagaimana yang disebutkan Presiden jamak terjadi.

"Ada 80 juta sertifikat yang belum dipegang oleh masyarakat (pada 2015). Pak Menteri, enggak bisa ini diteruskan setahun hanya 500.000," ujar Jokowi.

Kementerian Agraria Blokir Aset Tanah Tersangka Kasus Jiwasraya

Berangkat kondisi tersebut, pada 2017 lalu Jokowi memberikan target sebanyak 5 juta sertifikat harus dapat diterbitkan. kemudian pada tahun 2018, target tersebut meningkat menjadi 7 juta dan tahun 2019 meningkat menjadi 9 juta sertifikat.

Dengan adanya percepatan penerbitan dan penyerahan sertifikat seperti sekarang ini, Presiden berharap agar sengketa-sengketa terkait pertanahan di masyarakat dapat dihindari.

"Yang saya enggak senang, setiap saya pergi ke daerah selalu yang masuk ke telinga saya masalah sengketa tanah, konflik lahan. Karena 80 juta sertifikat belum bisa keluar. Ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Kalau sudah pegang ini (sertifikat) enak," ungkap Jokowi.

Presiden Bagikan 2.500 Sertifikat Tanah di Manggarai Barat

Dalam laporannya, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala BPN Sofyan Djalil, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2019 lalu BPN mencatatkan rekor baru, yakni mampu menerbitkan sertifikat hak atas tanah sebanyak 11,2 juta lembar sertifikat. Padahal, Presiden Joko Widodo sendiri menargetkan sebanyak 9 juta lembar sertifikat untuk diterbitkan pada tahun tersebut.

"Total produk BPN tahun ini mencapai 11,2 juta. Terima kasih sekali kepada semua aparat BPN yang sudah bekerja dengan keras sekali sesuai yang diharapkan Bapak Presiden," kata Sofyan Djalil.



Sumber: BeritaSatu.com