UT: Online Learning untuk Seluruh Lapisan Masyarakat

UT: Online Learning untuk Seluruh Lapisan Masyarakat
Prof. Ojat Darojat selaku rektor Universitas Terbuka di Kampus UT, Senin (27/1/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Jayanty Nada Shofa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 27 Januari 2020 | 20:18 WIB

TANGERANG, Beritasatu.com - Mengejar gelar akademik kini tak terhalang oleh jarak maupun waktu.

Di era digital, seseorang dapat menempuh studi hanya dengan koneksi internet. Dengan jadwal yang lebih fleksibel, ia juga dapat menyesuaikan waktu belajar sesuai dengan keinginannya. Inilah sistem online learning yang diterapkan di Universitas Terbuka (UT).

"Semua bisa mendaftar asalkan memiliki ijazah SLTA. Kami ingin memberikan akses terhadap pendidikan yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat baik yang berada di pelosok nusantara maupun luar negeri," ujar rektor UT Ojat Darojat pada media gathering di Kampus UT, Tangerang, Senin (27/1/2020).

Dalam proses pengajarannya, UT turut berupaya untuk bersinergi dengan pemerintah.

"(Sebagai lembaga pendidikan), ini adalah bagian dari tuntutan pemerintah untuk melakukan terobosan di hadapan industri 4.0. Kami diminta untuk menerapkan kemajuan teknologi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan pembelajaran," pungkasnya.

UT

Ruang media di Universitas Terbuka yang digunakan untuk memproduksi materi pembelajaran digital berupa video.

Adapun beberapa terobosan yang dilakukan UT adalah pengembangan materi digital sendiri. Dikembangkan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), materi digital ini juga termasuk dalam bentuk video yang dapat diunduh secara gratis oleh mahasiswa maupun tutor.

Tak hanya itu, Sistem Ujian Online (SUO) telah diterapkan guna mempermudah para mahasiswa untuk mengikuti ujian. Untuk mengantisipasi kecurangan, SUO menerapkan face recognition yang dapat mendeteksi apakah wajah peserta ujian sesuai dengan mahasiswa yang terdaftar.

Ojat menambahkan, konsep UT selaras dengan konsep Kampus Merdeka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem terkait perolehan Satuan Kredit Semester (SKS) atau kompetensi baru di luar prodi yang ditempuh.

"Mahasiswa kami heterogen - dari mahasiswa yang baru lulus dari SLTA hingga yang sudah bekerja serta menikah. Pengambilan SKS ini bisa sesuai dengan lembaga tempat mereka bekerja atau bahkan mengambil mata kuliah secara online. Dengan berbagai kerjasama dengan perguruan tinggi jarak jauh di luar negeri, tidak menutup kemungkinan mahasiswa UT berkesempatan untuk mengambil sebagian SKS di universitas-universitas tersebut," pungkasnya.

Melayani mahasiswa yang tersebar di lebih 35 negara, UT kini membuka program pasca-sarjana S3 untuk program studi Ilmu Manajemen dan Administrasi Publik. Tahun ini, UT juga termasuk daftar universitas yang dapat diikuti via Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).



Sumber: BeritaSatu.com