Wakil Ketua Komisi I DPR Harap Kemlu Evakuasi Mahasiswa Aceh di Wuhan

Wakil Ketua Komisi I DPR Harap Kemlu Evakuasi Mahasiswa Aceh di Wuhan
Wakil Ketua Komisi I DPR Teuku Riefky, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Aceh Alhudri,Staf Ahli Menteri Luar Negeri, Teuku Faizasyah dan Direktur Pelindungan WNI Luar Negeri, Judha Nugraha berfoto seusai berkunjung ke Kantor Kemlu di Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. diterima (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Carlos KY Paath / RSAT Selasa, 28 Januari 2020 | 10:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi I DPR, Teuku Riefky Harsya meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan KBRI Beijing terus berkoordinasi dengan Pemerintah Tiongkok. Tujuannya untuk memastikan kondisi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di daerah isolasi, seperti Kota Wuhan, Tiongkok.

"Kami minta Kemlu dan KBRI terus berkomunikasi dan berkoordinasi setiap hari untuk memastikan kondisi kesehatan, kebutuhan logistik, dan mengupayakan evakuasi 243 WNI di provinsi yang diisolasi, termasuk 12 mahasiswa Aceh yang ada di Kota Wuhan," kata Riefky dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Selasa (28/1/2020).

Pada Senin (27/1/2020), Riefky didampingi Kepala Dinas (Kadis) Sosial Aceh, Alhudri, menyambangi Kantor Kemlu di Jakarta. Staf Ahli Menteri Luar Negeri, Teuku Faizasyah dan Direktur Pelindungan WNI Luar Negeri, Judha Nugraha, memastikan keseriusan pemerintah menangani penyelamatan WNI, termasuk mahasiswa asal Aceh, di Kota Wuhan.

Pertemuan di Gedung Utama Kemlu lantai dua tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Penghubung Pemerintah Aceh Jakarta dan Ikatan Mahasiswa Pasca Sarjana (IMPAS) Aceh Jakarta, Muntasir Ramli. Kadis Sosial Aceh, Alhudri turut melaporkan langkah-langkah strategis yang telah dilakukan Pelaksana Tugas (plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam penyelamatan mahasiswa Aceh di Kota Wuhan.

"Pemerintah Aceh telah mengambil langkah-langkah strategis serta preventif dengan membuka posko penanganan virus korona di dua tempat, di Kantor Dinas Sosial Aceh dan Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta. Kami juga telah berkomunikasi dengan Kemlu dan perwakilan mahasiswa asal Aceh secara intensif serta telah mengirim bantuan dana tahap pertama untuk keperluan logistik mereka," kata Alhudri.

Sementara itu, Teuku Faizasyah yang juga Plt Juru Bicara Kemlu mengatakan, pemerintah melalui Kemlu senantiasa memantau dan berkoordinasi dengan pemerintah Tiongkok dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok.

Direktur Perlindungan WNI Luar Negeri Judha Nugraha menyampaikan apreasiasi terhadap langkah sigap yang telah dilakukan Pemerintah Aceh, khususnya dalam menjaga moril para mahasiswa Aceh tersebut. Menurut Judha, kondisi ketenangan psikologi, penting untuk mencegah terjangkitnya virus korona.

Selain itu tentu menjaga asupan makanan yang cukup, menjaga kebersihan, dan menggunakan peralatan disinfeksi. Judha juga menekankan perlunya semua pihak, termasuk di Aceh, tidak memberikan pernyataan yang meresahkan.

Sebaliknya, seluruh pihak harus terus memberikan semangat para WNI termasuk mahasiswa Aceh yang masih terisolasi di Tiongkok.



Sumber: Suara Pembaruan