RSHS Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Pasien Terduga Idap Virus Korona
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

RSHS Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Pasien Terduga Idap Virus Korona

Selasa, 28 Januari 2020 | 15:15 WIB
Oleh : Adi Marsiela / FMB

Bandung, Beritasatu.com - Tim Infeksi Khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung masih menanti hasil pemeriksan laboratorium sampel apus hidung dan tenggorokan dua pasien yang dirawat di ruang isolasi khusus Kemuning dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan.

“Pasien masih di ruangan karena masih tunggu hasil pemeriksaan spesimen hidung dan tenggorokan yang kami kirim ke Litbangkes Jakarta,” kata Ketua Tim Infeksi Khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Yovita Hartantri di Bandung, Selasa (28/1/2020).

Seperti diketahui, rumah sakit rujukan untuk kasus infeksi menular ini merawat dua pasien di ruang isolasi sebagai mitgasi penyebaran wabah novel coronavirus. Keduanya memperlihatkan gejala klinis seperti demam dan ada riwayat melakukan perjalanan dari wilayah yang terpapar novel coronavirus. Perawatan di ruang isolasi RSHS itu berlangsung sejak Minggu, 26 Januari 2020.

Yovita menjelaskan pasien pertama adalah warga negara Tiongkok asal Sichuan berusia 35 tahun. Saat dirujuk ke RSHS dari Rumah Sakit Cahya Kawaluyan, pasien itu memiliki gejala saluran pernafasan atas akut. Saat ini, ungkap Yovita, kondisinya membaik dengan ketiadaan demam, tidak ada lagi nyeri saat menelan. “Kami tidak temukan keluhan lain,” terang Yovita.

Apabila hasil pemeriksaan spesimen apus hidung dan tenggorokannya memperlihatkan hasil negative novel coronavirus, Yovita mengungkapkan, pasien itu bakal diperbolehkan pulang. Hal ini terkait masa inkubasi virus yang diperkirakan paling lama 14 hari, sementara pasien asal Tiongkok ini masuk ke Indonesia pada 12 Januari 2020 selepas pulang ke Sichuan, Tiongkok.

Yovita memaparkan kondisi warga negara Indonesia, 24 tahun yang datang dengan gejala infeksi saluran pernafasan bawah akut juga sudah membaik secara klinis. “Keadaannya stabil walau terpasang alat bantu pernafasan. Pasien sudah sadar, ada kontak. Kondisi tekanan darah dan pernafasan baik, demam juga tidak ada,” terang Yovita.

Pasien asal Bandung ini menjalani perawatan di ruang isolasi selepas dirujuk Rumah Sakit Borromeus Bandung. Pasien ini kembali dari Singapore pada 22 Januari 2020 lalu dan sehari kemudian mengalami demam dan bantuk. Dia mengalami kejang dan tidak sadarkan diri pada Sabtu, 25 Januari 2020. Pasien lantas dibawa ke Rumah Sakit Borromeus. Hasil pemeriksaan darahnya memperlihatkan ada gejala infeksi paru.

“Tanggal 26 Januari 2020 ternyata mengalami perburukan dengan tanda-tanda sesak nafas hebat hingga membutuhkan alat bantu nafas, kejang dan kondisi tidak sadarkan diri. Saat pemeriksaan foto (rontgen) dada ada perburukan. Saat itu dokter di Borromeus memutuskan agar dirawat di ruang isolasi dengan tetap observasi untuk mengetahui infeksi pada saluran pernafasan bawah,” ujar Yovita.

Apabila hasil pemeriksaan spesimen apus tenggorokan dan hidung dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan memperlihatkan hasil negative novel coronavirus, Yovita memastikan, pihak rumah sakit akan tetap merawat pasien dengan epilepsi tersebut.

“Karena masih pakai alat bantu nafas. Jadi sampai kita putuskan tim memutuskan apakah memang pasien bisa dirawat di luar ruang isolasi. Kalau bisa di luar isolasi, kemungkinan besar pasien akan dikembalikan ke Rumah Sakit Borromeus karena permintaan keluarga,” tambah Yovita.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

KLHK Akhiri Kerja Sama dengan WWF

Salah satu ketidaksesuaian target itu terkait kegagalan WWF Indonesia dan PT ABT menangani karhutla di konsesinya pada Agustus 2019.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Masyarakat Jangan Panik, Belum Ada Kasus Virus Korona di Indonesia

Menurut Kuwat Sri Hudoyo, Jambi juga dinyatakan masih aman dari penyebaran virus korona.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Awasi Penyebaran Virus Korona, Gubernur Sumut Bentuk Tim Khusus

"Bandara harus diperketat pengawasan,” ujar Edy Rahmayadi.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Kasus Korupsi Pekerjaan Fiktif Subkontraktor, KPK Periksa Dirut PT Waskita Beton

Pemeriksaan terhadap Jarot dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polisi Ungkap Jaringan Pencurian Barang Penumpang Pesawat Lion Air

Para pelaku ini mengaku sebagai petugas porter di Lion Air.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Ganjar: Belum Ada Pasien Terinfeksi Virus Korona di Jateng

Ada tiga pasien di Jateng yang semula dicurigai terinfeksi virus mematikan tersebut. Dua dipastikan negatif, satu lagi masih diperiksa.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Pemerintah Diminta Usut Dugaan Praktik Monopoli Pasar Ayam Potong

Praktik monopoli yang disinyalir sudah berlangsung sekitar 17 bulan terakhir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Jokowi: Omnibus Law Adalah Strategi Reformasi Birokrasi

Semua aturan dipangkas, disederhanakan dan diselaraskan menjadi satu aturan undang-undang (UU).

NASIONAL | 28 Januari 2020

Diperiksa Soal Kasus Suap PAW, Ketua KPU Akan Jawab Semua Pertanyaan KPK

Pemeriksaan terhadap Arief dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka kader PDIP Saeful.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Presiden Jokowi Akan Hadiri Puncak HPN 2020 di Banjarmasin

Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara HPN 2020 yang diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Februari mendatang.

NASIONAL | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS