Pasien Diduga Idap Virus Korona di Semarang Baru Pulang dari Wuhan

Pasien Diduga Idap Virus Korona di Semarang Baru Pulang dari Wuhan
Penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus korona. (Foto: AFP)
Stefi Thenu / JAS Selasa, 28 Januari 2020 | 16:35 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pasien terduga terinfeksi virus korona yang dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang, baru pulang dari Wuhan, Tiongkok.

"Pasien mengeluh batuk, pilek, dan ada riwayat belum 14 hari pulang dari Wuhan," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dokter Kariadi, Dr Agoes Oerip Poerwoko, Selasa (28/1/2020).

Agoes mengatakan, rumah sakit kini tengah mengobservasi pasien tersebut untuk mengetahui apakah sudah terpapar virus korona atau tidak.

"Kami hanya melakukan pengawasan atau observasi. Karena untuk menyebut suspect ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pasien ini belum memenuhi syarat," ujarnya.

Pasien merupakan mahasiswa S-3 di Wuhan, Tiongkok, yang baru pulang ke Tanah Air.

Dia menjelaskan, meski memiliki sebagian gejala klinis mirip penderita yang terinveksi virus korona, namun, pasien itu tidak bisa serta merta dinyatakan suspect korona.

"Karena ada perlakuan berbeda kalau menyebut suspect," ujar Poerwoko menegaskan.

Menurut Poerwoko, virus korona memiliki masa inkubasi selama 14 hari. Sementara, pasien yang sedang dirawat di RS Kariadi ini baru dirawat selama tiga hari.

Lagi pula, menurutnya, selama dalam masa perawatan, kondisi kesehatan pasien juga terus membaik. Di ruang isolasi, yang bersangkutan bisa beraktivitas normal.

"Kalau sudah baik bisa pulang. Semalam sehat. Kondisi pasien baik, aktivitas biasa. Kami memperlakukan pasien secara khusus karena kemungkinan terinfeksi. Malah kami lokalisir ruang perawatannya. Kita isolasi," tandasnya. 



Sumber: BeritaSatu.com