Viryan Akui Dicecar KPK Soal Proses PAW Caleg PDIP
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Viryan Akui Dicecar KPK Soal Proses PAW Caleg PDIP

Selasa, 28 Januari 2020 | 16:54 WIB
Oleh : Fana Suparman / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/1/2020) siang.

Viryan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP.

Kepada awak media, Viryan mengaku dicecar penyidik mengenai proses PAW anggota DPR. Terutama menyangkut permintaan PDIP agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

"Seputar pergantian PAW. Pergantian calon terpilih dari Riezky Aprilia dengan Harun Masiku," kata Viryan seusai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Viryan mengklaim telah menyampaikan kepada penyidik mengenai proses yang terjadi di KPU. Menurutnya, selama proses pembahasan, seluruh Komisioner KPU menyampaikan pendapatnya.

Para Komisioner KPU, kata Viryan sepakat untuk menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR dan menolak permintaan PDIP.

"Peran biasa saja kita sama-sama berpendapat. Tidak ada hal yang berbeda dengan kasus tersebut, jadi semua anggota KPU RI berpendapat sama. Bahwa penggantian calon terpilih tidak dapat terlaksanakan. Tidak ada (perbedaan pandangan). Kita semua sama, bahwa penggantian calon terpilih atau PAW tidak dapat dilakukan," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, caleg PDIP Harun Masiku, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'.

Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali.

Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta.

Bahkan, seorang warga mengaku melihat Harun mendatangi rumah istrinya di Perumahan Bajeng Permai, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pasien Diduga Idap Virus Korona di Semarang Baru Pulang dari Wuhan

Selama dalam masa perawatan, kondisi kesehatan pasien juga terus membaik. Di ruang isolasi, yang bersangkutan bisa beraktivitas normal.

NASIONAL | 28 Januari 2020

BNPB Kirim 10.000 Masker N95 untuk WNI di Tiongkok

Pengiriman tersebut dilakukan sebagai respon cepat BNPB atas permohonan KBRI di Beijing.

NASIONAL | 28 Januari 2020

RSHS Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Pasien Terduga Idap Virus Korona

Keduanya memperlihatkan gejala klinis seperti demam dan ada riwayat melakukan perjalanan dari wilayah yang terpapar novel coronavirus.

NASIONAL | 28 Januari 2020

KLHK Akhiri Kerja Sama dengan WWF

Salah satu ketidaksesuaian target itu terkait kegagalan WWF Indonesia dan PT ABT menangani karhutla di konsesinya pada Agustus 2019.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Masyarakat Jangan Panik, Belum Ada Kasus Virus Korona di Indonesia

Menurut Kuwat Sri Hudoyo, Jambi juga dinyatakan masih aman dari penyebaran virus korona.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Awasi Penyebaran Virus Korona, Gubernur Sumut Bentuk Tim Khusus

"Bandara harus diperketat pengawasan,” ujar Edy Rahmayadi.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Kasus Korupsi Pekerjaan Fiktif Subkontraktor, KPK Periksa Dirut PT Waskita Beton

Pemeriksaan terhadap Jarot dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polisi Ungkap Jaringan Pencurian Barang Penumpang Pesawat Lion Air

Para pelaku ini mengaku sebagai petugas porter di Lion Air.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Ganjar: Belum Ada Pasien Terinfeksi Virus Korona di Jateng

Ada tiga pasien di Jateng yang semula dicurigai terinfeksi virus mematikan tersebut. Dua dipastikan negatif, satu lagi masih diperiksa.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Pemerintah Diminta Usut Dugaan Praktik Monopoli Pasar Ayam Potong

Praktik monopoli yang disinyalir sudah berlangsung sekitar 17 bulan terakhir.

NASIONAL | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS