Insan Media Solo dan Warganet Bertekad Kawal Kebijakan Nasional Tanpa Hoax

Insan Media Solo dan Warganet Bertekad Kawal Kebijakan Nasional Tanpa Hoax
Salah satu tokoh muda Solo, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka, hadir dalam diskusi bertajuk “Peran Media Mengawal Kebijakan Pemerintah Tanpa Hoax: Upaya Mensukseskan Pembangunan Nasional 5 Tahun ke Depan” yang digelar insan media Solo di Resto Ndalem Limasan, Solo, Jawa Tengah, Selasa, 28 Januari 2020. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Rabu, 29 Januari 2020 | 09:56 WIB

Solo, Beritasatu.com - Seluruh komponen masyarakat, khususnya insan media, diajak untuk ikut mengawal berbagai kebijakan pembangunan nasional demi mewujudkan Indonesia maju. Peran media dan warganet sangat penting untuk terus menyebarkan konten positif tanpa kabar bohong (hoax) terkait dengan program pembangunan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.

Hal itu dikatakan Hafyz, Ketua Panitia diskusi bertajuk “Peran Media Mengawal Kebijakan Pemerintah Tanpa Hoax: Upaya Mensukseskan Pembangunan Nasional 5 Tahun ke Depan”. Acara yang digelar insan media Solo itu berlangsung di Resto Ndalem Limasan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2020).

“Harapannya, insan media bisa menjadi garda terdepan dalam menyukseskan berbagai kebijakan pembangunan nasional dengan terus menebar konten berita positif yang dapat menumbuhkan optimisme bangsa,” ujar Hafyz.

Sementara, Redaktur Tribunnews Husen Sanusi menuturkan, media juga harus berperan dalam mewujudkan Indonesia maju. Caranya dengan menyampaikan segala capain dan keberhasilan pembangunan yang nantinya dilakukan pemerintah dengan sejujurnya tanpa mengurangi fungsi utama media. Media, kata dia, tidak boleh menggunakan kabar bohong sebagai bahan pemberitaan.

“Pada 2020 tak dimungkiri bahwa arus informasi yang hadir justru menembus batas-batas ekonomi, budaya, politik, dan hukum. Maka dari itu media jangan sampai ikut menyiarkan bahkan membuat berita bohong serta kontroversi yang dapat menurunkan kepercayaan publik sehingga merusak rasa optimisme dalam membangun menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Lebih lanjut, Husen mengatakan bahwa media harus secara optimal memberikan kontrol yang besar dalam membangun kesadaran masyarakat secara kolektif dengan bertanggung jawab.

Salah satu tokoh muda Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan, baik media maupun masyarakat harus bisa saling bergotong royong dalam mendukung dan menyukseskan pembangunan nasional. Masyarakat juga diajak untuk melek media, namun juga harus dapat menyaring dengan cerdas.

“Dengan adanya sinergi tersebut diharapkan masyarakat, khususnya warganet dan insan media, bisa saling memiliki kesepahaman dalam berpartisipasi melawan berita bohong serta ikut dalam menyebarkan konten positif di lini publik. Insan media dan warganet bisa menjadi garda terdepan dalam mengawal dan menyukseskan kepentingan nasional,” ujar Gibran.

Senada dengan Gibran, anggota DPRD Kota Solo, Antonius Yogo Prabowo mengatakan, insan media dan pemerintah harus lebih bersinergi dalam membangun bangsa, terutama dalam memerangi kabar bohong di ruang media publik.

“Jangan ikut menyebarkan berita bohong. Jangan hanya melihat kekurangan pemerintah. Semua perlu dikritisi, namun gunakan data yang pasti dan media juga harus menumbuhkan optimisme agar masyarakat memiliki semangat dalam ikut berkontribusi membangun bangsa menuju Indonesia maju,” katanya.

Pengajar di IAIN Surakarta, Nur Rohman menambahkan, selain insan media, ranah akademisi juga akan tetap mendukung semua program kebijakan nasional dalam mewujudkan Indonesia maju dengan cara intelektual dan terukur.

"Kejujuran dan pertanggungjawaban intelektual mengajarkan akademisi untuk memiliki literasi yang tinggi. Sebab, literasi adalah pintu gerbang membawa bangsa ini melek informasi secara sehat guna menuju Indonesia maju demi lancarnya pembangunan nasional ke depan," kata Nur Rohman.

Selain diskusi, kalangan insan media bersama warganet Solo juga menorehkan deklarasi aksi posting konten positif insan pegiat media dalam mendukung Indonesia maju.

Isi deklarasi itu adalah:

Pertama, siap menjaga Persatuan dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Kedua, siap menangkal penyebaran hoax dengan memproduksi narasi-narasi konten positif di berbagai lini media yang dapat menumbuhkan optimisme bangsa guna mewujudkan Indonesia maju.

Ketiga, Siap bersinergi dalam menjaga stabilitas di ruang media publik guna mendukung dan mensukseskan kebijakan pemerintah 5 tahun ke depan menuju Indonesia maju.



Sumber: Suara Pembaruan