Virus Korona Ancam Industri Pariwisata DIY

Virus Korona Ancam Industri Pariwisata DIY
Dalam rangka mencegah penyebaran dan penularan virus korona, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap penumpang, khususnya yang tiba melalui penerbangan internasional, Kamis 23 Januari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani )
Fuska Sani Evani / LES Rabu, 29 Januari 2020 | 19:48 WIB

Yogyakarta, Bertasatu.com - Wabah virus korona bakal berdampak pada kunjungan wisatawan Tiongkok ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita) DIY Udhi Sudiyanto mengatakan, dampak virus korona sudah terjadi pembatalan kunjungan yang signifikan dari wisatawan Tiongkok, namun untungnya lalu lintas wisatawan bulan Januari sedang rendah.

“Kami sedang meng-update datanya. Wisatawan asing maupun dari Indonesia ke luar negeri sedang menunggu perkembangan mengenai kasus virus ini," ujarnya, Rabu (29/1/2020).

Menyikapi hal tersebut, Udhi mewakili Asita DIY, meminta pemerintah memberi perhatian khusus mulai dari karantina bagi wisatawan mancanegara yang berasal dari negara wabah, hingga bantuan kepada warga negara yang berada di negara wabah.
Untuk DIY, katanya, memang tidak ada penerbangan langsung ke Tiongkok, maka dampaknya tidak bisa diketahui secara langsung. “Kedatangan turis asal Tiongkok ke DIY merupakan paket dari kota lain, karena tidak ada penerbangan langsung, jadi kita tidak bisa memantau berapa prosen penurunannya,” katanya.

Dikatakan, Tiongkok merupakan salah satu pasar wisman yang besar bagi Yogyakarta. Dengan beroperasinya Bendara Yogyakarta Internationl Airport (YIA) Kulonprogo, slot penerbangan ke Tingkok bisa dibuka.

Terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, DIY tidak akan melarang kedatangan turis asal Tiongkok. Larangan kunjungan berlaku jika ada WNI yang ingin ke Wuhan karena masih dalam isolasi.

Menurut Sultan, turis Tiongkok yang ke DIY pun jumlahnya relatif kecil dan didominasi dari Malaysia (54.262 orang), Singapura (40.925), dan Jepang (40.686). Sementara data Dinas Pariwisata DIY 2018, kunjungan turis Tiongkok ke DIY hanya 19.197 orang.



Sumber: Suara Pembaruan