Kunjungan Turis Tiongkok ke Jatim Justru Meningkat

Kunjungan Turis Tiongkok ke Jatim Justru Meningkat
Pertunjukan Barongsai di Bandara Juanda, Sabtu, 25 Januari 2020. ( Foto: ANTARA )
Aries Sudiono / FMB Rabu, 29 Januari 2020 | 20:25 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Tingkat kunjungan warga negara Tiongkok ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, selama sepekan terakhir meningkat 29 persen kendati heboh penyebaran virus korona terus merebak. Mereka pada umumnya datang untuk berwisata dan ada pula bekerja. Sesuai data Imigrasi di Juanda, meski tidak ada penerbangan langsung dari Tiongkok, namun sejak tanggal 20-28 Januari 2020, jumlah WNA yang datang dan masuk ke Jatim meningkat.

“Jumlah warga Tiongkok yang masuk mencapai 671 orang, meningkat dibanding sepekan sebelumnya, 12-19 Januari, yang hanya mencapai 517 orang. Padahal, peningkatan mengantisipasi masuknya penumpang yang terinfeksi virus korona semakin diperketat tim gabungan imigrasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas-1 Surabaya,” ujar Kasi Pemeriksa Imigrasi Bandara Juanda, Surabaya, Sasmita Adhytya dalam penjelasannya, Rabu (29/1/2020) sore.

Peningkatan pengawasan penumpang bersuhu badan di atas normal, baik yang datang melalui pelabuhan laut maupun bandar udara, sudah dilaksanakan dalam dua pekan terakhir setelah pemerintah pusat memberikan warning. “Kita tidak mau kecolongan dengan meningkatkan kewaspadaan terkait mewabahnya virus mematikan korona yang berawal di Kota Wuhan, Tiongkok dan disebut-sebut belum ada obat penangkalnya itu,” tandas dia.

Di bagian lain ia menjelaskan, bahwa tidak ada pengawasan khusus kepada para WNA Tiongkok. Namun mereka harus melewati alat deteksi suhu badan. “Kita selalu berkoordinasi dengan pihak karantina untuk melakukan pengawasan terhadap kemungkinan ada penumpang dari Tiongkok yang terinfeksi virus korona,” katanya.

"Memang ada peningkatan jumlah kunjungan dari Tiongkok, tapi belum ada yang patut dicurigai terjangkit virus korona. Kami tetap berkoordinasi dengan pihak karantina terkait potensi penyebaran virus korona dari Wuhan, Tiongkok,” ujarnya.

Mulai normal
Tim medis yang menangani Tenaga Kerja Wanita (TKW) Hong Kong, M (21) menyatakan pasien yang dirujuk sejak, Senin (27/1/2020) lalu dipastikan kini kondisinya semakin membaik. Gadis itu semula diantarkan PJTKI ke RSUD Sidoarjo karena suhu badannya panas dan batuk-batuk berat. Karena dikhawatirkan terinfeksi virus korona, maka M asal Sekembang, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dibawa ke RSUD Sidoarjo.

M langsung dirawat di ruang isolasi RSUD Sidoarjo, kendati belum dipastikan terinfeksi korona. Namun karena suhu badannya tinggi 38,8 derajat Celcius, maka demi menjaga hal-hal terburuk, maka pasien dirawat di ruang isolasi. “Sampai sekarang dia masih kita rawat di ruang isolasi. Untuk jaga-jaga saja sambil menunggu hasil laboratorium yang mungkin baru selesai, Kamis (30/1) siang,” ujar Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan, Rabu sore.

Kendati kondisi M kemungkinan negatif, karena setelah menjalani perawatan oleh empat orang dokter dalam satu tim, suhu tubuhnya kembali normal. “Ini untuk jaga-jaga karena pasien ini diduga memiliki penyakit radang paru-paru akut sehingga mengalami sesak nafas,” ujarnya sambil menambahkan, untuk organ tubuh lainnya relatif sehat. Namun untuk memastikan M tidak terjangkit virus korona, pihak RSUD masih menunggu tes laboratorium, Kamis siang.

“Kita bentuk tim ahli terdiri dari empat orang dokter spesialis. Sementara dalam penanganan pasien ini di RSUD Sidoarjo di ruang Isolasi itu penyekatannya dibuat khusus dan sirkulasi udara pun dari dalam ruang tidak bisa keluar sembarangan karena harus keluar melalui alat khusus ke udara bebas,” ujar Atok. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasien TKW asal Hong Kong itu masuk RSUD Sidoarjo diantar PJTKI Pasuruan, Senin pagi setelah batuk-batuk dan suhu tubuhnya tinggi saat diperiksa di klinik PJTKI.



Sumber: Suara Pembaruan