Maju Bupati Lombok Tengah, Haji Masrun Paparkan Visi Misi Di DPP PKB

Maju Bupati Lombok Tengah, Haji Masrun Paparkan Visi Misi Di DPP PKB
Haji Masrun saat memaparkan visi dan misi di kantor PKB, Rabu (29/1/2020). ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 29 Januari 2020 | 21:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tahapan Pilkada Serentak 2020 telah dimulai. Kini masing-masing partai tengah menjaring kepala daerah untuk diusung maju dalam pemilu kepala daerah 23 September 2020.

Salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (29/1/2020) menjaring kepala daerah dengan mendengarkan visi misi calon kepala daerah yang akan diusung. Salah satunya Haji Masrun yang akan bertarung dalam pilkada Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Haji Masrun mengaku ikut penjaringan kepala daerah oleh PKB, untuk memaparkan visi misi besar dalam memajukan masyarakat Lombok Tengah.

"Semoga gagasan besar kami melalui visi misi tersebut, sejalan dengan program PKB," tegas Haji Masrun di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (29/1/2020) sebagaimana dalam siaran persnya.

Awalnya ia enggan maju dalam pilkada, namun karena desakan masyarakat, baik tokoh masyarakat dan kalangan milenial, akhirnya bersedia maju untuk mengusung perubahan Loteng. "Karena desakan dann permintaan masyarakat dan generasi muda, maka saya bersedia maju dalam pilkada serentak 2020," ujar Masrun.

Haji Masrun bukan nama yang asing di telinga warga Kabupaten Lombok Tengah. Namanya identik dengan Disnakertrans. Jauh sebelumnya, Masrun muda dikenal sebagai pekerja ulet wirausaha perkayuan sukses di Pulau Lombok. Kini, Masrun memantapkan diri memasuki dunia politik dan mengusung slogan, Lombok Tengah Mendunia.

Slogan tersebut karena Mandalika yang berada di Lombok Tengah, sudah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus, menjadi superprioritas nasional. Penyelenggara MotoGP juga confirmed memilih Lombok Tengah menjadi tuan rumah salah satu serinya. Loteng akan jadi pusat ekonomi baru di NTB, bahkan di Indonesia.

"Lombok Tengah mendunia menjadi sebuah keniscayaan. Lombok Tengah mendunia yang membawa kesejehteraan bagi warganya," katanya.

Selain itu menurutnya, potensi besar yang belum muncul ke permukaan, yaitu keindahan bentang alam yang tiada bandingannya.

"Dengan potensi besar tersebut, maka kewajiban setiap warga Lombok Tengah untuk menjadi warga kelas dunia. Yakni, mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang siap bersaing dengan para pendatang yang turut berburu rejeki di Lombok Tengah," tambahnya.

Masrun merumuskan cita-cita besar tersebut ke dalam visi “Lombok Tengah Mendunia: Sejahtera Rakyatnya, Agamis Daerahnya” dengan parameter utama hadirnya masyarakat adil, makmur, maju, unggul, dan bermartabat.

Haji Masrun merupakan tokoh sentral di balik berdirinya Layanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LTSP-P2TKI) yang berhasil menyatukan delapan layanan ketenagakerjaan dalam satu pintu. Ia kini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Bahkan berkat layanan terpusat ini, Lombok Tengah didapuk sebagai yang terbaik di Indonesia dalam Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu itu.

Penghargaan ini semakin mengokohkan nama Masrun sebagai sosok birokrat yang melayani dengan sepenuh hati. Lombok Tengah merupakan lumbung TKI.

Masrun menilai pemilukada pada hakikatnya merupakan proses politik sekaligus sebagai ajang pesta demokrasi rakyat yang bertujuan melahirkan kepemimpinan kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat. Dengan demikian, kepemimpinan politik yang diperoleh benar-benar sesuai dengan harapan dan keinginan rakyat secara utuh.

"Inti dari proses tersebut adalah bagaimana mampu mendorong pembangunan daerah yang merupakan proses untuk kemakmuran masyarakat. Demokrasi harus berbanding lurus dengan kemakmuran masyarakat. Bukan sebaliknya. Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, Lombok Tengah menyimpan potensi luar biasa untuk dikembangkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat," tegasnya.

 



Sumber: Suara Pembaruan