Kontra Radikalisme Perlu Diajarkan Sejak Pendidikan Dasar

Kontra Radikalisme Perlu Diajarkan Sejak Pendidikan Dasar
Guru besar ilmu filsafat dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Ignatius Bambang Sugiharto. ( Foto: istimewa )
/ BW Rabu, 29 Januari 2020 | 22:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar ilmu filsafat dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Ignatius Bambang Sugiharto, mengatakan, kontra radikalisme perlu diajarkan sejak pendidikan dasar untuk membentengi diri dari paham-paham radikal dan intoleransi. "Dengan memupuk sikap pluralis dan toleran terhadap yang berbeda," katanya di Jakarta, Rabu (20/1/2020).

Menurut dia, pemerintah dalam jalur yang benar dan sudah ke arah itu. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sudah sering melakukan hal itu baik di lembaga pendidikan seperti kampus-kampus dan juga masyarakat.

"Hanya saja hal seperti itu perlu lebih diintensifkan lagi agar masyarakat ini memiliki daya tahan terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang bisa memecah belah bangsa kita ini," katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyatakan, setidaknya terdapat dua penyebab penyebaran intoleransi dan radikalisme di media sosial (medsos).

"Pertama, krisis identitas di mana individu atau kelompok merasa tidak dihargai dalam lingkungan sosialnya kemudian dia mencari pelarian di medsos. Kedua, emosi yang labil, hal ini rentan untuk dipermainkan dan disusupi oleh kelompok tertentu yang memiliki kepentingan," katanya.

Oleh karena itu, ahli filsafat kebudayaan serta paradigma postmodernisme ini menyarankan agar masyarakat selalu bersikap kritis dalam menggunakan medsos. Hal itu guna membentengi diri agar tidak mudah terprovokasi yang bersumber dari satu pihak atau golongan tertentu saja.

Hal ini juga sekaligus sebagai upaya masyarakat itu sendiri untuk membentengi diri agar tidak mudah disusupi paham-paham radikal negatif, dan melakukan perbuatan intoleransi terhadap pihak lain yang berbeda baik dari segi pandangan maupun pilihan keyakinan.



Sumber: ANTARA