Evakuasi Belum Pasti, Pemerintah Pasok Logistik ke Wuhan

Evakuasi Belum Pasti, Pemerintah Pasok Logistik ke Wuhan
Retno Marsudi. (Foto: Antara)
Aichi Halik / AHL Kamis, 30 Januari 2020 | 19:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, pemerintah masih mematangkan rencana evakuasi WNI yang terisolasi di Wuhan, Tiongkok, akibat penyebaran virus corona.

Untuk sementara, Retno memastikan stok logistik para WNI masih aman, setidaknya sampai 1 minggu ke depan.

"Kita lari dulu dengan urusan logistik karena dengan pemenuhan kebutuhan logistik teman-teman kita akan merasa lebih tenang," kata Retno di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Retno mengaku berkoordinasi terus dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Wuhan. Sebab, 243 WNI di Provinsi Hubei, termasuk Wuhan, sebagian besar adalah mahasiswa yang sedang melanjutkan studi.

"Dari hari ke hari saya menghitung pasukan logistikmu tinggal berapa hari (mereka bilang) tujuh hari bu, lima hari bu, empat hari bu. Pada saat 5 hari saya sudah mengatakan 'jump in'," ujar Retno.

"Jump in, kita masuk, kita berkoordinasi dengan PPI yang sangat luar biasa dan akhirnya mereka sudah bisa membeli pasokan karena harga tentunya naik dan sebagainya. Dan sebanyak itu kita bantu, jadi dengan demikian pasokan paling tidak dapat diperpanjang untuk 1 minggu ke depan," imbuh Retno.

Indonesia masih terhambat mengevakuasi warganya karena alasan wilayah Wuhan yang terisolasi. Selain itu, Kedubes juga masih memetakan tempat tinggal para WNI imbas penutupan akses transportasi darat dan udara.

Amerika Serikat dan Jepang menjadi dua negara yang berhasil mengangkut warganya dari Wuhan. AS berhasil mengangkut 200 warganya, sementara Jepang membawa 400-an penumpang dalam dua pengiriman pesawat.

Sedangkan Indonesia, TNI AU telah menyiapkan tiga pesawat untuk proses evakuasi. Pengangkutan tinggal menunggu instruksi pemerintah kedua negara.

Saat ini, angka kematian virus corona mencapai 170 jiwa. Sebanyak 7.000 orang di berbagai negara terjangkit. Belum ditemukan obat atau vaksin yang bisa mencegah virus tersebut.



Sumber: BeritaSatu TV