Gandeng Petani Sawit, MUTU International Pastikan Produksi Berkelanjutan

Gandeng Petani Sawit, MUTU International Pastikan Produksi Berkelanjutan
Penandatanganan kerja sama antara MUTU International dengan APKASINDO di Kantor MUTU International, Depok, Jumat 31 Januari 2020. ( Foto: istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 31 Januari 2020 | 14:43 WIB

DEPOK, Beritasatu.com - Memastikan produksi berkelanjutan, PT Mutuagung Lestari (MUTU International) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). 

Adapun kerjasama ini ditandatangani dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Pusat Mutu International, Depok, Jumat (31/1/2020).

"Dengan adanya kerjasama ini, proses sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan sertifikasi lainnya, akan berjalan lebih mudah dan cepat. Dalam jangka panjang, (kerja sama ini) akan membawa implikasi pada naiknya daya saing produk kelapa sawit Indonesia di dunia internasional. Namun, yang terpenting di atas semua itu adalah keberlanjutan pengelolaan sawit terjamin," ujar Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Arifin Lambaga.

Adapun sertifikasi ISPO dari pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan sawit - baik pengelolaan perkebunan perkebunan maupun minyak sawitnya - memiliki standar manajemen yang berkelanjutan.

Sedangkan, sertifikasi RSPO adalah penerapan standar internasional yang mewajibkan produsen minyak kelapa sawit untuk menjalankan pengelolaan perkebunan yang sesuai dengan ketentuan hukum, ekonomi, lingkungan, maupun aspek sosial kemasyarakatan.

Hingga saat ini, sudah lebih dari 300 sertifikat ISPO dan RSPO yang diterbitkan oleh MUTU International.

Menurut Ketua Apkasindo Gulat Manurung, produsen kelapa sawit perlu memerhatikan keselarasan tatanan masyarakat, lingkungan serta kelangsungan usaha.

"Kelestarian adalah kata kunci, dan itu bisa dicapai dengan pengorganisasian yang kuat bagi petani-petaninya. Melalui sertifikasi bagi usaha yang dijalankan anggota, upaya sistematis itu dapat lebih mudah tercapai,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, sektor perkebunan kelapa sawit berperan penting dalam kehidupan khalayak banyak.

"Saat ini, berdasarkan rekap jumlah anggota APKASINDO mencapai 3,8 juta kepala keluarga petani dengan total luas lahan mencapai 4,8 juta hektare. Luasan ini setara dengan 42 persen dari total luas kebun sawit. Tak kurang dari 20 juta rakyat Indonesia bergantung hidupnya pada sektor ini," tutup Gulat.



Sumber: PR