Korban Jiwa Banjir Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 9 Orang

Korban Jiwa Banjir Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 9 Orang
Petugas mengavakuasi korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Barus dan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Arnold H Sianturi / FER Jumat, 31 Januari 2020 | 15:23 WIB

Tapanuli Tengah, Beritasatu.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Barus dan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (29/1/2020) kemarin, bertambah menjadi sembilan orang. Sementara, sebanyak 1.445 orang masih mengungsi.

Banjir Terjang 7 Desa di Tapanuli Tengah, 6 Orang Meninggal

"Jumlah korban yang tewas dan sudah teridentifikasi itu meliputi, 2 orang warga asal Kecamatan Barus dan 7 orang korban lainnya merupakan warga asal Kecamatan Andam Dewi," ujar ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, Ananda, Jumat (31/1/2020).

Ananda memaparkan, identitas korban meninggal dunia masing-masing, Adiwirza Tanjung (60) warga Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus. Korban meninggal akibat mobil terbawa arus, Idwarnisa (50) warga Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus.

Kemudian, Pardamean Manalu (90) warga Desa Sijungkang. Korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan rumah, Juster Sitorus Pane (60) warga Desa Sijungkang, Efrin Sitorus Pane (50) warga Desa Sijungkang dan Abdul Rahman (56) warga Desa Sijungkang.

Banjir Terjang Tujuh Desa di Tapanuli Tengah

Korban tewas lainnya, Lestinus Marpaung (57) warga Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Ramalan Simanjuntak (40) warga Desa Parik Sinomba, Kecamatan Baru Utara dan Barisman Marbun (27) warga Desa Sijungkang.

"Untuk penanganan bantuan terhadap masyarakat pengungsi masih dilakukan. Bantuan makanan, minuman, obat - obatan maupun lainnya, terus berdatangan. Selain membangun posko untuk tempat tinggal pengungsi, kita juga mendirikan dapur umum," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan