BPBD Sumut: 1.449 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

BPBD Sumut: 1.449 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi
Petugas mengavakuasi korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Barus dan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Arnold H Sianturi / FER Jumat, 31 Januari 2020 | 19:05 WIB

Medan, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara (BPBD Sumut) mencatat data sementara yang ditimbulkan akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Barus dan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (29/1/2020) lalu.

Korban Jiwa Banjir Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 9 Orang

"Berdasarkan laporan data sementara yang kita terima, jumlah kerusakan rumah warga akibat banjir bandang dan longsor kemarin itu, ada sekitar 114 unit rumah, 9 orang meninggal dunia dan 22 orang mengalami luka," ujar Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis, di Medan, Jumat (31/1/2020).

Riadil menyampaikan, bencana banjir dan tanah longsor itu juga membuat membuat 1.449 warga, yang meliputi 700 kepala keluarga (KK), terpaksa mengungsi. Masyarakat korban bencana itu belum berani kembali ke rumah masing-masing karena mengkhawatirkan adanya bencana susulan.

"Bantuan sembako dari Gubernur Sumut maupun pemerintah daerah sudah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian. Petugas juga membangun posko pengungsian dan membuat dapur umum selain turun langsung membersihkan lingkungan," katanya.

Banjir Terjang Tujuh Desa di Tapanuli Tengah

Menurutnya, banjir yang sempat menggenangi pemukiman penduduk dengan ketinggian lebih dari 1,5 meter tersebut, sudah surut. Petugas BPBD bersama TNI/Polri, Basarnas dan dibantu masyarakat, masih melakukan pendataan dan pencarian untuk korban yang belum ditemukan tersebut.

"Selain membersihkan lingkungan warga dari endapan lumpur pascabanjir kemarin, petugas gabungan juga mencari korban yang hilang. Setelah ini, prioritas pemerintah bersama tim gabungan lainnya, akan melakukan perbaikan rumah - rumah warga yang mengalami kerusakan," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengunjungi lokasi bencana banjir bandang. Didampingi, Bupati Tapteng, Bahtiar Sibarani dan pejabat pemprov Sumut, Gubernur meninjau desa-desa yang terdampak banjir bandang di Barus. Antara lain, Desa Kinali, Desa Ujung Batu dan jembatan Aek Muara Suhat.

Satu Tewas Tertimbun Longsor di Tapanuli Utara

"Untuk jangka pendek, prioritas kita memperbaiki rumah warga dan insfrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir. Jembatan dan jalan yang terputus harus segera diperbaiki. Kemudian, untuk jangka panjang adalah mencari solusi agar warga tidak lagi terimbas akibat banjir," ungkapnya.

Mantan Pangkostrad ini juga meninjau lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi. Pada kunjungan tersebut, Edy juga melihat langsung pembuatan jalan sementara agar akses menuju Pakkat-Barus dapat dilalui kendaraan. Di lokasi, Edy menekankan agar jalan lintas dapat dilalui kendaraan hari itu juga.

"Kita juga berharap pemilik tanah dapat memberikan tanahnya agar akses jalan lebih mudah dilalui,” katanya sambil meminta Kepada Desa Sijungkang, James Pasaribu, turut membantu membebaskan tanah yang akan dijadikan jalan yang akan diberikan pemiliknya. "Tolong dibantu Pak Kades, untuk pembebasannya," tandas Edy Rahmayadi.



Sumber: Suara Pembaruan