Megawati Ingatkan BRIN Tidak Boleh Profit Oriented

Megawati Ingatkan BRIN Tidak Boleh Profit Oriented
Presiden RI Joko Widodo (tengah) bersama Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (ketiga kiri), Ketua DPR, Puan Maharani (kedua kiri) dan Menteri Ristek dan Kepala Badan Ristek dan Inovasi (BRIN), Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Kamis 30 Januari 2020. ( Foto: Setpres )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 31 Januari 2020 | 22:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan, untuk menjadi negara industri maju bukan berarti tidak berorientasi pada kepentingan nasional.

Megawati Pantau Langsung Pembahasan UU Sisnas Iptek

"Kepentingan nasional adalah kepentingan rakyat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Megawati saat memberikan arahan dalam Rakornas Kementistek/BRIN 2020 di Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (30/1/2020).

Megawati menegaskan, untuk mewujudkan lima prioritas itu, kuncinya ada pada riset dan inovasi Iptek nasional, yang dijalankan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). "Saya yakin Presiden Jokowi memiliki arah pemikiran yang sejalan dengan amanat UU Sisnas Iptek," ujar Megawati.

Berikutnya, lanjut Megawati, struktur organisasi BRIN, tidak boleh lagi berorientasi dan beroperasi pada watak birokrat. "BRIN harus beorientasi pada rumpun keilmuan. Ini praktek yang juga lazim terjadi di badan-badan riset nasional negara lain,” jelas Megawati.

UU Sisnas Iptek Muluskan Jalan Menuju Negara Industri

Megawati menambahkan, hasil kerja sumber daya Iptek Indonesia, tidak boleh lagi hanya berujung pada kertas laporan belaka. "Azas kegunaan dan kemanfaatan untuk pembangunan nasional harus dipastikan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Megawati, mekanisme dan struktur organisasi BRIN memastikan secara bertahap pendanaan bagi riset dan inovasi nasional, tidak tergantung pada anggaran negara.

Namun, pendanaan secara bertahap bersumber dari hasil kerja sama dengan badan usaha. Telah diatur terkait potongan pajak hingga 300 persen bagi badan usaha yang mengalokasikan dananya untuk riset dan inovasi nasional.

"Tetapi, saya ingatkan maksudnya bukan berarti BRIN berorientasi profit. Mohon dengan hormat dikaji lagi niat untuk mendesain BRIN beroperasi seperti perusahaan holding," kata Megawati.

"Ingat, BRIN adalah badan negara, yang dibiayai APBN. Sekali lagi, tidak boleh profit oriented. Dana yang masuk dari badan usaha dalam negeri, maupun dari luar, tentu tak bisa selonong boy ke dalam BRIN, tidak bisa tanpa mekanisme yang telah diatur dalam sistem keuangan negara kita,” tambah Megawati.

 



Sumber: BeritaSatu.com