Menpora: GAMKI Harus Memperkokoh Kebhinekaan

Menpora: GAMKI Harus Memperkokoh Kebhinekaan
Pemukulan gong oleh Menpora Zainudin Amali pada rapat kerja nasional GAMKI di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jumat 31 Januari 2020. (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 1 Februari 2020 | 11:38 WIB

SURABAYA, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengajak Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) untuk berpartisipasi dalam memperkokoh kebhinekaan.

Hal ini dikemukakan oleh Menpora ketika membuka rapat kerja nasional (Rakernas) GAMKI dengan pemukulan gong di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jumat (31/1/2020).

"Ketua GAMKI adalah sahabat saya. Melalui perjalanan yang panjang, GAMKI berada di seluruh pelosok tanah air. Kita bersyukur masih bersama-sama tanpa memandang perbedaan lainnya," ujar Zainudin.

Ia menambahkan, perbedaan harus disyukuri. Dengan ini, ia berharap GAMKI dapat terus menjalankan perannya dalam mempererat bangsa.

"Saya yakin, GAMKI bisa menjangkau kelompok pemuda Indonesia, melayani dan salah satu pemersatu bangsa. Kita harus bersatu, kita punya ideologi, dan rawat kebhinekaan,” tuturnya.

Menurut Zainudin, salah satu cara dipereratnya bangsa adalah melalui partisipasi aktif terhadap program pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Di antaranya adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Diselenggarakan setiap empat tahun sekali, PON 2020 kali ini mempertandingkan 37 cabang olahraga pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 mendatang. Diikuti oleh atlet-atlet dari 34 provinsi di Indonesia, kompetisi olahraga ini dapat disebut sebagai arena keragaman.

“Tahun 2020, kita ada perhelatan pesta olahraga. Papua menjadi tuan rumah pelaksanaan PON. Saya minta GAMKI berperan aktif untuk ikut menyukseskan PON di Papua. Terimakasih atas dukungan dan upayanya,” tutup Menpora.

Adapun Rakernas ini membahas berbagai persoalan kebangsaan di Indonesia termasuk isu intoleransi. Pemilihan Surabaya sebagai lokasi Rakernas GAMKI pun dikarenakan sejarahnya sebagai Kota Pahlawan pemersatu bangsa.



Sumber: PR