TNI Pantau Kepulangan WNI dari Wuhan

TNI Pantau Kepulangan WNI dari Wuhan
Batik Air, anggota dari Lion Air Group, mendatangkan satu pesawat baru tipe Airbus 320-200CEO (A320) registrasi PK-LZL yang langsung diterbangkan dari pabrikan Airbus di Hamburg, Jerman. ( Foto: Ist )
Thresa Sandra Desfika / FMB Sabtu, 1 Februari 2020 | 14:43 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - TNI memantau pergerakan pesawat Batik Air tipe Airbus A330-300 yang dipakai menjemput 250 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok ke Indonesia pada Sabtu (1/2/2020).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, pihaknya memantau pergerakan dari pesawat yang digunakan untuk pemindahan dari Wuhan ke Indonesia.

"Militer terus memantau pergerakan dari pesawat yang digunakan dengan memberikan frekuensi militer yang diberikan operator kepada pilot dengan frekuensi tertentu yang kita bisa memonitor apa yang sedang dilaksanakan dari wilayah udara Tiongkok ke wilayah udara Indonesia," ungkap Hadi di Tangerang, Sabtu (1/2/2020).

Dia menegaskan, pemantauan terhadap pesawat Batik Air dilakukan hingga pendaratan di Indonesia.

Secara total ada 250 warga negara Indonesia (WNI) yang akan dijemput dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok untuk kembali ke Indonesia pada Sabtu (1/2/2020). Jumlah tersebut terdiri atas 245 WNI dan lima anggota tim aju (advance) yang sudah berada di Hubei sejak Jumat (31/1/2020).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, dari koordinasi yang dilakukan pihaknya, semua WNI yang akan dijemput dari Wuhan dengan menggunakan pesawat Batik Air tipe Airbus A330 itu berada dalam kondisi sehat.

"Dari semalam saya komunikasi dan terus dapat laporan bahwa kondisi saudara-saudara kita sehat dan mereka senang akan pulang ke Tanah Air. Sebelum keberangkatan mereka, serangkaian pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat," ungkap Retno.

Adapun tim penjemput terdiri atas 42 anggota dari beberapa kementerian dan instansi, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, TNI, hingga kru pesawat Batik Air. Penjemputan ini dilakukan karena adanya wabah virus korona di Tiongkok.

Mengingat situasi ini bukan situasi yang normal, lanjut Retno, maka kedisiplinan penanganan protokol kesehatan akan terus diberlakuan. Kedisiplinan ini dilakukan termasuk selama perjalanan ketibaan dan pascaketibaan.

"Protokol kesehatan juga berlaku ketat bagi kru pesawat dan bagi pesawat itu sendiri setelah ketibaan," imbuh Retno.



Sumber: Investor Daily