Sampah Plastik dan Rokok Diduga Penyebab Kematian Puluhan Penyu
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Sampah Plastik dan Rokok Diduga Penyebab Kematian Puluhan Penyu

Minggu, 2 Februari 2020 | 19:03 WIB
Oleh : Usmin / FMB

Bengkulu, Beritasatu.com - Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium, ternyata penyebab kematian sebanyak 28 ekor penyu di seputaran Pantai Teluk Sepang, Pulau Baai, Kota Bengkulu, bukan karena limbah beracun dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang ada di daerah itu.

"Kepastian kematian penyu bukan karena limbah PLTU setelah dilakukan pengecekan dari berbagai aspek, termasuk masalah cuaca," kata Asisten II Pemprov Bengkulu, Yuliswani, di Bengkulu, Minggu (2/2/2020).

Ia mengatakan, pengecekan sampel bangkai penyu dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari uji laboratorium, pengecekan iklim dan kondisi air laut oleh BMKG, serta uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu.

Yuliswani mengatakan puluhan bangkai penyu mengapung di perairan Pantai Teluk Sepang ditemukan sejak April 2019 hingga Januari 2020. Kematian satwa dilindungi ini langsung direspon Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, dengan melakukan pemeriksaan terhadap bangkai penyu tersebut.

Bangkai penyu yang diperiksa petugas BKSDA Bengkulu tersebut, rata-rata sudah dalam kondisi membusuk, dan kematian penyu ini lebih dari 48 jam sebelum ditemukan. Kematian 28 ekor penyu akibat terikat jaring, dan ditemukan kantong plastik deterjen, tali, filter rokok, dan kayu pada saluran pencernaan.

Kepala BKSDA Bengkulu, Donal Hutasoit mengatakan, dilakukan pemeriksaan nekrosi (bedah bangkai,red) dan dilanjutkan dengan koleksi spesimen dari organ-organ penyu. Spesimen tersebut, katanya kemudian dikirim ke laboratorium Balai Besar Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian dan Laboratorium PSSP Institut Pertanian Bogor pada 5 Desember 2019, untuk tujuan pemeriksaan histopatologi dan toxicologi

Berdasarkan Surat Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor Nomor: 8/16/PK.310/H.S.1/01/19/538 tanggal 20 Januari 2020 perihal hasil pemeriksaan laboratorium, bahwa diagnosa umum mikroskopis dari spesimen penyu yang telah dikirimkan adalah hepatik nekrosis parah, hepatitis, enteritis parah, hemorrhage, hemosiderosis, myopathy dan myosis.

Hasil penegakan diagnosa laboratorium adalah infeksi bakterial suspect salmonellosis dan clostridiosis. "Hal ini juga dipengaruhi oleh spesimen yang dikoleksi dan dikirimkan sudah mengalami autolysis,” kata Erni Suyanti Musabine, seorang petugas bagian kesehatan hewan BKSDA Bengkulu.

Dijelaskan, berdasarkan hasil pengujian Nomor: LB.19/538 Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian tanggal 10-11 Desember 2019 dari pemeriksaan 11 spesimen organ penyu diketahui bahwa hasil pengujian toxicologi tidak menunjukkan nilai yang mempengaruhi mortalitas penyu.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu, yang diwakili AKP Khoiril Akbar mengatakan, sejak kasus kematian penyu mencuat pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan turun ke lapangan bersama ahli.

Selain itu, untuk mengusut kematian penyut tersebut, Polda Bengkulu, masih menunggu hasil uji laboratorium. Dengan diumumkan hasil uji laboratorium yang menyatakan bahwa kematian puluhan ekor penyu di perairan Pantai Teluk Sepang, Kota Bengkulu, bukan karena limbah PLTU, maka prose penyelidikan kasus otomatis dihentikan Polda Bengkulu, kecuali ada bukti baru.

Operasi PLTU Teluk Sepang, Kota Bengkulu, berkapasitas 2x100 MW tersebut rencananya akan diresmikan oleh Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Bengkulu pada Rabu (5/2/2020) lusa.

Selain meresmikan PLTU Teluk Sepang, Jokowi juga akan meresmikan monumen Ibu Fatmawati Seokarno yang berlokasi di Simpang Lima, Kota Bengkulu, serta peletakkan batu pertama dimulainya pembangunan jalan tol ruas Bengkulu-Lubuklinggau sepanjang 41 km.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penghargaan Internasional untuk Novel Diharapkan Memotivasi Pegawai KPK

Novel Baswedan bakal mendapat penghargaan International Anti-Corruption Award 2020 dari GIACC Malaysia.

NASIONAL | 2 Februari 2020

Erick Thohir Minta BUMN Antisipasi Penyebaran Virus Korona

Erick memberikan perhatian khusus kepada sejumlah BUMN yang terkait dengan arus masuk-keluar penumpang dari dan ke Tiongkok

NASIONAL | 2 Februari 2020

Ombudsman Sumut: Toilet Khusus Harus Ada di Ruang Isolasi Korona

Ombudsman mengatakan belum ada fasilitas toilet khusus pasien diduga idap korona di Bandara Kualanamu.

NASIONAL | 2 Februari 2020

Pengungsi Banjir Tapteng Mulai Terserang Penyakit

Pengungsi yang mendatangi posko kesehatan tersebut, rata-rata terserang penyakit ringan seperti, influenza, dispepsia, nyeri otot, ISPA, hingga rheumatoid.

NASIONAL | 2 Februari 2020

Gubernur Jabar Apresiasi Gerakan Penghijauan PDIP

Pemprov Jabar akan mendorong kegiatan penanaman pohon ini sebagai gerakan bersama masyarakat Jawa Barat.

NASIONAL | 2 Februari 2020

Pemerintah Larang Turis Tiongkok Masuk ke Indonesia

Penerbangan langsung dari dan ke daratan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ditunda untuk sementara.

NASIONAL | 2 Februari 2020

Penghina Wali Kota Surabaya Ditangkap

Priyono menuturkan, polisi mengamankan pelaku pada Jumat (31/1/2020) malam.

NASIONAL | 2 Februari 2020

Pemkab Natuna Liburkan Pelajar Selama Karantina WNI dari Wuhan

Surat edaran dari Sekretariat Daerah Natuna tentang pelajar diliburkan selama dua pekan itu sebagai upaya pencegahan.

NASIONAL | 2 Februari 2020

Kemhub Awasi Proses Mitigasi Pesawat Batik Air Pascaevakuasi WNI

Langkah mitigasi pesawat merupakan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

NASIONAL | 2 Februari 2020

Puan Maharani Hadiri Wisuda Mahasiswa UI

Tidak kurang dari 1.007 wisudawan berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Upacara wisuda kali ini diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Dies Natalis UI

NASIONAL | 2 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS