Pelaku Pembacokan di Yogyakarta Diduga Pakai Narkoba Sebelum Beraksi

Pelaku Pembacokan di Yogyakarta Diduga Pakai Narkoba Sebelum Beraksi
Ilustrasi golok. (Foto: ist)
Fuska Sani Evani / FMB Minggu, 2 Februari 2020 | 19:18 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Sebanyak dua orang terluka akibat dibacok golok di Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, DIY pada Sabtu (1/2/2020) malam. Pelaku juga mengancam korban dengan senjata airsoft gun sebelum melakukan pembacokan.

Korban, Muhammad Apriadi dan Heri asal Nanggulan menderita luka bacokan di belakang kepala dan lengan.

Berdasar keterangan saksi yang disampaikan Kapolsek Nanggulan, AKP Darsono, Minggu (2/2/2020), kejadian terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah pertigaan Desa Kembang, Kapanewon Nanggulan.

Pelaku terdiri dari tiga orang dan mereka berboncengan menggunakan sebuah sepeda motor matic putih berjenis Vario.

Saksi berinisial BP, sempat berpapasan dengan pelaku yang berbonceng tiga di pertigaan Dusun Krinjing Lor. Ketika saksi hendak pergi ke tukang jahit, tiba-tiba melihat pelaku meletuskan tembakan.

Saksi lain yakni ST, BD, PJ dan PT, mereka sempat dihampiri ketiga pelaku dan melihat dua pelaku membawa parang dan yang lainnya membawa senjata airsoft gun. Usai mengancam warga, pelaku pergi dan sempat meletuskan dua kali tembakan.

Pelaku bertemu korban pertama tidak jauh dari lokasi. Saat itu, korban yang mengendarai motor dipukul dengan senapan dan setelah terjatuh, salah satu pelaku melakukan penganiayaan dengan pedang.

"Mereka menjumpai korban di pertigaan dan melakukan pembacokan serta pemukulan menggunakan senjata api. Korban pun ditinggalkan begitu saja," katanya.

Sedangkan korban lainnya, tidak mengalami luka, hanya terkena sabetan gasper pelaku. Korban pun sempat menjalani perawatan di RS PKU Muhamadiah Nanggulan.

Berdasar pengembangan kasus tersebut, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan bahwa jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kulonprogo berhasil meringkus pelaku penyalahgunaan psikotropika. Pelaku berinsial NOV ditangkap di Jalan Sentolo-Brosot, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, dengan barang bukti 58 butir pil calmer 1 mg dan 30 butir pil alparazolan 0,5 mg.

"Siapa pengedar psikotropika tersebut masih akan terus dikembangkan. Ini juga termasuk informasi terkait pelaku kejahatan jalanan yang sebelum melancarkan aksinya, menenggak psikotropika tersebut. Ini semua akan didalami secara intensif," ujar Yuliyanto.

Polres kulonprogo sudah mengantongi identitas pelaku, senapan angin sudah diamankan. Terduga dengan inisial S sedang dicari keberadaannya dan yang bersangkutan berbahaya karena senjata tajam yang dipakai oleh terduga pelaku kemungkinan besar masih dibawanya.

Klithih di Sleman
Sementara itu, pada Sabtu dini hari, pukul 04.30 WIB, seorang driver ojek online mengalami penganiayaan di Sleman, yang menyebabkan luka di wajah akibat sabetan pedang.

Aksi kekerasan jalanan tanpa motif yang dikenal dengan sebutan ‘klithih’ tersebut, menimpa Enriko Christanto (40) warga Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Kanit Reskrim Polsek Gamping, Iptu Tito Satria Perdana, mengatakan aksi klithih terjadi di Jalan Kabupaten, tepatnya di Dusun Bragasan, Pedukuhan Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Korban saat itu sedang mengantarkan penumpangnya melintasi Jalan Kabupaten. Korban berpapasan dengan pelaku dari arah berlawanan yang langsung mengayunkan senjata tajam dan mengenai bagian muka korban sehingga mengalami luka robek pada mulut.

Tito menambahkan kondisi korban sampai saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dan langsung dilakukan tindakan operasi. Polisi kini masih mengejar pelaku klithih serta memeriksa sejumlah saksi. 



Sumber: Suara Pembaruan