Polisi Ringkus 9 Anggota Sindikat Narkoba Internasional, Seorang Ditembak Mati

Polisi Ringkus 9 Anggota Sindikat Narkoba Internasional, Seorang Ditembak Mati
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir memaparkan pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin, 3 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / CAH Senin, 3 Februari 2020 | 18:06 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan meringkus sembilan anggota sindikat narkoba jaringan internasional. Salah seorang di antara tersangka narkoba itu ditembak mati karena berusaha memberikan perlawanan saat akan ditangkap.

"Dari penangkapan dari sejumlah lokasi terpisah ini, kami mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu - sabu seberat 10,1 kilogram (Kg) dan 5.500 butir pil ekstasi," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin (3/2/2020).

Isir mengatakan, tersangka yang tewas ditembak itu berisial MY (20). Sementara itu, tersangka lainnya adalah AW (25), FFN (21), AA (30), SA (23), AR (35), FF (33), ZK (38), HR (40). Delapan tersangka yang ditangkap hidup ini masih menjalani pemeriksaan guna dilakukan pengembangan lebih lanjut.

"Dengan menyita barang bukti 10,1 kilogram (kg) sabu dan 5.500 butir pil ekstasi tersebut, maka kurang lebih ada 20.000 masyarakat yang berisiko menjadi pengguna narkoba dan berhasil dicegah. Narkoba ini didatangkan dari Malaysia melalui jalur perairan ke Aceh, Riau dan Tanjung Balai,” ungkapnya.

Menurutnya, pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional ini atas informasi masyarakat. Petugas kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Seluruh tersangka yang terlibat dalam sindikat narkoba itu pun ditangkap.

"Kita tidak main - main dalam penanganan kasus narkoba. Ini juga warning bagi pelaku narkoba lainnya. Kami tidak segan - segan dalam mengambil tindakan tegas. Saya minta masyarakat maupun stakeholder juga berperan dalam pemberantasan narkoba. Ini menyangkut masa depan bangsa," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan