Penambangan Emas Ilegal, Polda Banten Kantongi 4 Nama Calon Tersangka

Penambangan Emas Ilegal, Polda Banten Kantongi 4 Nama Calon Tersangka
Tim Satgas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) gabungan TNI dan Polda Banten kembali menutup 10 lubang tambang emas ilegal di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Jumat (24/1/2020). ( Foto: Istimewa )
Laurens Dami / LES Senin, 3 Februari 2020 | 20:15 WIB

Serang, Beritasatu.com - Sebanyak empat nama calon tersangka dalam kasus penambangan emas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) disebut telah dikantongi oleh penyidik Polda Banten. Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten akan menetapkan empat pemilik tempat pengolahan emas tersebut resmi sebagai menjadi tersangka dalam pekan ini.

Polda Banten berjanji akan melakukan gelar perkara dan selanjutnya menetapkan tersangka kasus penambangan emas tanpa izin (PETI) atau penambangan emas ilegal pada pekan ini. Berdasarkan informasi dari Polda Banten, keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial JL, ES, SY, dan TA. Keempat tersangka memiliki tempat pengolahan emas.

Keempat calon tersangka tersebut yakni JL, memiliki tempat pengolahan emas di Desa Luhurjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Kemudian ES memiliki lokasi pengolahan emas di Kampung Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak. Sedangkan SY dan TA di daerah Cipanas, Kabupaten Lebak. Diketahui, tempat pengelolaan emas milik keempat calon tersangka tersebut telah didatangi oleh tim dari Bareskrim Polri dan Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten, pada 9 Januari lalu.

Pascabanjir bandang di Lebak, keempat lokasi pengolahan emas tersebut memang tidak beroperasi. Namun, pada saat tim Satuan Tugas (Satgas) Polda Banten, TNI, dan dinas terkait melakukan penyisiran beberapa waktu lalu, petugas menemukan barang bukti berupa mesin tromol atau glundung yang digunakan untuk mengelola emas. Mesin tersebut jumlahnya bisa mencapai ratusan unit. Mesin tersebut juga menjadi salah satu barang bukti yang disita oleh penyidik Polda Banten.

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Joko Winarto, Senin (3/2) mengakui, ada empat calon tersangka yang sudah dikantongi penyidik dalam kasus penambangan ilegal di kawasan TNGHS. Namun, ia tidak memastikan kapan dilakukan gelar perkara sekaligus penetapan tersangka terhadap empat orang tersebut.

“Iya benar, keempatnya merupakan pemilik tempat pengolahan emas,” ujarnya.

Kendati sudah ada calon tersangka, namun para calon tersangka tersebut belum pernah diperiksa oleh penyidik Polda Banten. Diduga, keempat calon tersangka tersebut sudah kabur meninggalkan rumah sejak banjir bandang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak tersebut.

“Kami sudah mendatangi rumah mereka, namun sudah kosong. Kami masih mencari. Pokoknya kami akan mencari sampai dapat. Kalau belum ketemu, yah nanti ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang),” ujar Joko.



Sumber: Suara Pembaruan