Longsor, Puluhan Desa di Sarolangun Jambi Terisolir

Longsor, Puluhan Desa di Sarolangun Jambi Terisolir
Ilustrasi Longsor. ( Foto: Antara/Anis Efizudin )
Radesman Saragih / RSAT Senin, 3 Februari 2020 | 20:42 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Puluhan desa di Kecamatan Batangasai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi masih terisolir hingga Senin (3/2/2020) menyusul longsor yang melanda ruas jalan utama Kecamatan Batangasai – Sarolangun. Material tanah dan batu yang menimbun jalan belum bisa dibersihkan karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi jalan yang tertimbun longsor.

Kapolres Sarolangun, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deny Heryanto didampingi Kapolsek Batangasai, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Ebon A Lingga ketika meninjau lokasi longsor, Senin (3/2/2020) sore mengatakan, alat berat tidak bisa masuk ke lokasi jalan yang tertimbun longsor akibat banjir.

“Ruas jalan menuju lokasi longor di Batangasai ini masih terendam banjir, sehingga truk yang mengangkut alat berat tidak bisa lewat. Banjir terjadi di beberapa desa sebelum lokasi longsor, yakni di Desa Limun, Pulau Pandan, dan Muara Limun,”katanya.

Menurut Deny Heryanto, pembersihan material longsor di ruas jalan Batangasai – Sarolangun hingga Senin (3/2/2020) siang hanya dilakukan secara manual menggunakan cangkul. Pembersihan material longsor tersebut dilakukan aparat TNI dan Polres Sarolangun.

“Namun akibat tebalnya material longsor yang menimbun jalan, petugas TNI dan Polres Sarolangun tidak mampu membersihan material longsor. Jadi pembersihan material longsor harus menggunakan alat berat, dan  baru bisa dilakukan jika alat berat sudah tiba di lokasi,” katanya.

Dijelaskan, longsor pada ruas jalan Batangasai – Sarolangun tersebut terjadi Senin (3/2/2020) subuh. Longsor tersebut disebabkan hujan lebat yang turun di daerah itu, Sabtu – Minggu (1-2/2/2020). Longsor tersebut terjadi pada 11 lokasi pada ruas jalan sekitar satu kilometer. Akibat longsor tersebut kendaraan dari arah Kecamatan Batangasai menuju Sarolangun dan sebaliknya tidak bisa lewat. Kondisi itu menyebabkan puluhan desa di Kecamatan Batangasai masih terisolir.

“Puluhan personil TNI, Polres, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun dan warga masyarakat masih berupaya membersihkan material longsor dengan cara manual hingga Senin (3/2/2020) sore,”katanya.

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Evi Suherman mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan BPBD Sarolangun segera mengerahkan alat berat dan petugas ke lokasi longsor di Batangasai. Penanganan jalan yang tertimbun longsor di Batangasai ini perlu segera dilakukan agar akses ke puluhan desa di Batangasai yang lumpuh segera bisa lancar kembali.

“Bila penanganan longsor ini tidak ditangani segera dan akses ke Batangasai lumpuh hingga beberapa hari ke depan, dikhawatirkan warga masyarakat di desa-desa yang terisolir akibat longsor tersebut bisa mengalami krisis kebutuhan pokok,” katanya.

Sementara itu puluhan rumah beberapa desa di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun hingga Senin juga masih terendam banjir akibat hujan lebat yang turun di daerah itu akhir pekan lalu. Desa-desa yang dilanda banjir di Kecamatan Limun tersebut, yaitu Desa Temalang, Lubuk Bedorong, Panca Karya, Demang, dan Desa Pulau Pandan.

Kepala Desa Lubuk Bedorong, M Yusuf mengatakan, banjir di desa mereka terjadi Senin subuh. Banjir di desa tersebut terjadi menyusul hujan lebat yang turun di Kecamatan Limun sejak Sabtu – Minggu malam.

“Ketinggian banjir yang merendam permukiman warga di desa ini mencapai setengah meter. Namun belum ada warga yang mengungsi. Warga masih bisa bertahan di rumah mereka karena lantai rumah warga rata-rata cukup tinggi. Banjir juga sudah mulai surut Senin sore,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan