Terkait Virus Korona, Pemprov Banten Fasilitasi Pemulangan 7 Mahasiswa dari Tiongkok

Terkait Virus Korona, Pemprov Banten Fasilitasi Pemulangan 7 Mahasiswa dari Tiongkok
Petugas medis bersiap untuk memeriksa kesehatan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 2 Februari 2020. ( Foto: Antara )
Laurens Dami / JEM Selasa, 4 Februari 2020 | 19:35 WIB

Serang, Beritasatu.com - Sebanyak 7 mahasiswa asal Banten yang saat ini sedang belajar di Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, akan segera dipulangkan dengan menggunakan biaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

"Kita telepon mahasiswa yang di Tiongkok. Mereka tidak bisa pulang karena tidak ada angkos. Ya, kita ongkosin. Di sana kan sudah terkontaminasi. Kita koordinasi dengan Kemenkes," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Wahidin mengatakan, kondisi mahasiswa asal Banten yang berada di luar Wuhan, dalam keadaan sehat. “Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kondisi mereka termasuk penanganannya,” ujar Wahidin.

Wahidin mengungkapkan, persoalan virus corona merupakan persoalan antarnegara. “Alhamdulillah dapat kita ketahui bersama kondisi mahasiswa asal Indonesia termasuk Banten kondisinya masih baik dan terhindar dari wabah virus corona. Dan kita simak bersama di beberapa media proses evakuasi/penjemputan telah dilakukan oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Wahidin menjelaskan, langkah antisipasi terhadap penyebaran virus corona, Pemprov Banten sudah melakukan sosialisasi melalui surat edaran terkait langkah pencegahan virus corona. Termasuk menyampaikan bahwa RSUD Banten telah menyiapkan ruang isolasi untuk penanganan pasien virus corona.

"Saya selalu memantau dan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan pihak terkait agar apa yang dilakukan tidak salah langkah,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran tim Pemprov Banten, ada 10 mahasiswa asal Provinsi Banten yang sedang belajar di Tiongkok. Hampir semuanya belajar di Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu. Hanya Royadin mahasiswa Banten yang belajar di Kota Taizhou namun masih di wilayah yang sama, Provinsi Jiangsu.

Sebanyak lima mahasiswa berasal dari Kota Serang. Tiga mahasiswa dari Kabupaten Serang. Sementara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan masing-masing satu mahasiswa.

Kesepuluh mahasiswa itu yakni Fadel Ramadhan dari Kota Serang, Herawati dari Kota Serang, Kristi Prihartini Dewi dari Kota Serang, Rifani dari Kota Serang dan Rio Priyanto dari Kota Serang.

Selain itu, Muhammad Pajar dari Kabupaten Serang, Royadin dari Kabupaten Serang, Syah Abriyatna dari Kabupaten Serang, Soelthan Andhara Kelvin dari Kabupaten Tangerang, dan Kenny Eliezer Jaya dari Kota Tangerang Selatan.

Sebanyak 7 mahasiswa bakal difasilitasi kepulangannya oleh Pemprov Banten karena tiga orang mahasiswa sudah pulang duluan.

Dijadwalkan, pemulangan mahasiswa Banten dari Tiongkok menggunakan Thai Airlines jalur penerbangan Bandara Pudong menuju Bandara Soekarno Hatta.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menjelaskan 7 mahasiswa yang dipulangkan dari Tionkok tersebut akan ditangani sesuai prosedur Kementerian Kesehatan begitu tiba di Tanah Air.

“Pemulangan 7 mahasiswa itu rencananya akan didampingi tim dari Dinas Kesehatan Banten. Begitu sampai di Bandara Soekarno Hatta akan ditangani sesuai prosedur yang telah ditetapkan Kemkes,” ujarnya.

Menurut Ati, 7 mahasiswa asal Banten tersebut ketika tiba di BAndara Soekarno Hatta langsung dilakukan pemeriksaan berupa penyelidikan etibionomologi.

“Jika suhu badan di atas 38 derajat celcius, mereka langsung dibawa ke RSPI Jakarta. Kalau suhu badannya di bawah itu diserahkan ke kami, Dinkes Pemprov Banten. Nanti kami lakukan screening kedua, yakni pemeriksaan lanjutan di RSUD Tangerang,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan