Korban Penganiayaan Ketua Ormas Minta Keadilan

Korban Penganiayaan Ketua Ormas  Minta Keadilan
Ilustrasi penganiayaan ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / JEM Selasa, 4 Februari 2020 | 19:39 WIB

Medan, Beritasatu.com - Ferry Dika Warshana Erwan (36), korban dari penganiayaan yang diduga dilakukan ketua salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas), mengharapkan Polres Serdang Bedagai segera mengambil tindakan untuk menangkap pelaku penganiayaan. Sebab, tindakan oknum itu merupakan pelanggaran hukum dan dapat dijerat pidana.

"Penganiayaan itu terjadi pada 8 Desember 2019 di Restoran Cinde Laras, Jalan Besar Sei Rampah, Serdang Bedagai. Saat itu, korban dan beberapa orang rekannya sedang menggelar kegiatan yang berkaitan dengan organisasi mereka Himpunan Pengusaha Muda Indonesia," ujar Feri melalui kuasa hukumnya, Dwi Ngai Sinaga, Selasa (4/2/2020).

Dwi memgungkapkan, kasus dugaan penganiayaan itu sudah dilaporkan ke  Polda Sumut. Pengaduan itu disampaikan setelah Ferry Dika ditarik secara paksa dan dianiaya oleh pelaku. Tidak hanya itu, pelaku juga memaksa agar acara himpunan pengusaha itu dibubarkan.

Laporan pengaduan ke Markas Polda Sumut itu sesuai dengan Nomor LP: STTLP/1849/XII/2019/Sumut/SKT "I" yang ditandatangani oleh kepala SPKT Polda Sumut AKBP Benma Sembiring. Laporan ini dilakukan pada 10 Desember 2019.

"Oleh Polda Sumut, laporan ini didisposisikan ke Polres Serdang Bedagai. Namun hingga saat ini kami merasa tidak ada upaya penangkapan terhadap terduga pelaku. Perkembangan penanganan kasus ini sudah kami pertanyakan melalui surat ke penyidik. Petugas membalas dan menyebutkan pelaku tidak ada di kediamannya," katanya.

Menurut Dwi, kliennya sangat berharap agar kasus yang menimpanya tersebut segera diproses oleh pihak kepolisian secara profesional dan demi penegakan hukum, sesuai dengan komitmen Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Penanganan kasus ini penting diproses karena klien kami terus mendapat intimidasi dari berbagai pihak," sebutnya.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya saat ini terus mencari terlapor untuk ditangkap. Mereka juga pernah menggerebek tempat yang diinfokan ada terlapor. "Sampai saat ini, kami masih mengejarnya. Dan, bila ada melihat terlapor, hubungi kami," ucap Robin.

Robin menegaskan kasus ini tidak ada intervensi dari pihak manapun. Kalau memang salah, kita tindak. Saya juga sudah mengatensikan anggota untuk segera menangkapnya. Bila tertangkap, akan kami info kepada kawan-kawan wartawan. " Kita serius menangani kasus ini," sebut Robin.



Sumber: Suara Pembaruan